ARUSBAWAH.CO - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda menjawab pertanyaan redaksi soal perbedaan pagu anggaran alat kesehatan (alkes) antara RSUD AWS dengan RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dalam rancangan perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranhir P-RKPD) Kalimantan Timur tahun 2025.
Dalam beleid itu, RSUD AWS hanya mendapatkan Rp3,56 miliar untuk pengadaan alkes, sedangkan RSUD Kanujoso mendapatkan anggaran senilai Rp250 miliar terdiri dari pokir dewan dan suntikan langsung dari Pemprov Kaltim.
Padahal, awalnya Rp200 miliar disiapkan untuk dua rumah sakit yakni RSUD AWS dan RSUD Kanujoso, masing-masing Rp100 miliar.
Namun, kondisi melihat gedung baru AWS yang bernama Pandurata belum selesai, membuat anggaran itu akhirnya dialihkan ke RSUD Kanujoso.
RSUD AWS Akui Pengadaan Alkes 2025 Tidak Besar
Plt Direktur RSUD AWS, Indah Puspitasari, mengakui bahwa tahun 2025 pengadaan alkes di rumah sakit yang dipimpinnya memang tidak besar.
Ia menjelaskan, penyebab utama pengalihan anggaran itu adalah pembangunan gedung Pandurata yang masih belum rampung.
“Tahun depan insyaallah untuk mengisi Pandurata. Tapi karena pengadaan semua di Dinas Kesehatan, kami sudah mengusulkan. Cuma kan gedungnya belum selesai, serah terima dari Dinas PUPR juga belum. Kalau barang datang, mau ditaruh di mana? Kan bingung juga,” kata Indah saat ditemui awak media di Rumah Sakit, pada Kamis (23/10/2025).
Pernyataan Indah mempertegas bahwa proses pengadaan alkes di RSUD AWS harus menunggu kesiapan fisik gedung Pandurata.
- SUARA TANYA KALTIM – Dugaan Solar Nonsubsidi Dijual Murah, Rakyat Masih Tunggu Kejelasan
- Anggaran RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan 2025 Lebih Setengah Triliun! Terinci untuk Non Alkes Senilai Rp 271 Miliar
- Kontroversi Solar Murah Perkara Riva Siahaan: Vale dan United Tractor Klarifikasi, Respons Berau Coal & PT GAM Belum Ada
Pemprov Kaltim Alihkan Anggaran ke RSUD Kanujoso
Di pemberitaan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan adanya pengalihan anggaran dari RSUD AWS ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan pada perubahan 2025.
Jaya menyebut, anggaran pengadaan alkes yang semula dibagi dua untuk AWS dan Kanujoso akhirnya difokuskan ke rumah sakit di Balikpapan karena gedung barunya sudah siap digunakan.
“Tadinya uang segitu dibagi dua, dengan RSUD AWS. Tapi karena AWS belum selesai gedungnya, maka diarahkan ke yang sudah selesai, yaitu RSUD Kanujoso,” ujar Jaya.
Jaya menjelaskan, kebutuhan total untuk pengadaan alkes di Kanujoso sebenarnya mencapai Rp250 miliar dan akan direalisasikan bertahap pada 2025 dan 2026.
Tahun ini, porsi terbesar sebesar Rp193 miliar dari total dana Rp200 miliar yang awalnya disiapkan untuk dua rumah sakit, dialihkan sepenuhnya ke Kanujoso.
“Dari Rp200 miliar, sebenarnya Rp100 miliar untuk AWS dan Rp100 miliar untuk Kanujoso. Tapi AWS belum bisa karena gedungnya belum jadi, jadi hanya serap Rp3,5 miliar. Sisanya kita alihkan ke Kanujoso karena kebutuhan mereka besar,” jelas Jaya.
Anggaran Akan Dikembalikan ke RSUD AWS Tahun 2026
Namun, Jaya menegaskan bahwa pengalihan tersebut nantinya pada 2026 akan dikembalikan ke RSUD AWS untuk pengadaan alkes.
Jika Pandurata rampung pada 2025, dana Rp150 miliar yang sebelumnya dialokasikan untuk Kanujoso akan dialokasikan kembali ke AWS pada 2026.
“Kalau enggak dibutuhkan, kita enggak kasih. Tapi kalau butuh, kita alihkan. Tahun depan Rp150 miliar itu bisa ditarik kembali untuk AWS kalau gedungnya sudah siap,” tegasnya.
Pandurata Jadi Pusat Layanan Modern RSUD AWS
Diketahui, Gedung Pandurata di RSUD AWS sendiri dirancang sebagai bangunan sembilan lantai yang akan menjadi pusat layanan rawat inap modern dan representatif untuk masyarakat Kaltim.
Gedung itu kini disebut memasuki tahap akhir pembangunan.
Pekerjaan fisiknya telah menyerap investasi lebih dari Rp370 miliar sejak dimulai pada 2023.
Pemerintah Provinsi Kaltim telah menyiapkan tambahan Rp100 miliar pada 2026 untuk melengkapi gedung baru tersebut dengan alkes canggih.
“Pandurata kita siapkan sebagai solusi jangka panjang bagi RSUD AWS yang selama ini mengalami kelebihan kapasitas. Kalau tidak ada kendala, awal 2026 sudah siap beroperasi,” kata Jaya.
Ia menyebut, gedung baru ini akan menambah kapasitas hingga 700 tempat tidur.
Beberapa layanan utama seperti hemodialisa juga akan dipindahkan ke sana untuk memenuhi standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) nasional.
KRIS mencakup 12 indikator, mulai dari jarak antar tempat tidur, ventilasi, hingga ketersediaan oksigen di setiap ruangan pasien.
Harapan RSUD AWS untuk Pelayanan Lebih Cepat
Terakhir Plt dirut RSUD AWS Indah Puspitasari itu menambahkan, Pandurata akan menjadi pusat rawat inap modern berbasis digital dengan efisiensi ruang dan pelayanan yang lebih manusiawi.
“Selama ini pasien sering menunggu karena ruang rawat terbatas. Dengan Pandurata, kita harap antrean bisa berkurang dan pelayanan jauh lebih cepat,” pungkasnya.
(wan)




