Arus Politik

Gantikan Saefudin Zuhri, Abdul Giaz Konten Kreator Samarinda Janji Tetap Kritis di DPRD Kaltim

Senin, 10 Februari 2025 7:35

Foto: Abdul Giaz, Anggota DPRD Kaltim/Foto: Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO - Abdul Giaz, konten kreator asal Samarinda yang dikenal vokal mengkritik soal Jalanan yang rusak, kini resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia menggantikan Saefudin Zuhri melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Partai NasDem.

Saat ditemui awak media usai pelantikan, Abdul Giaz menegaskan bahwa penunjukannya sebagai anggota dewan adalah murni berdasarkan hasil pemilu.

"Partai NasDem ini kan terkenal tanpa mahar. Kebetulan saya yang memperoleh suara kedua setelah Pak Saefudin Zuhri, jadi otomatis saya yang menggantikan," ungkapnya pada, Senin (10/02/2025).

Menurutnya, proses PAW ini sudah sesuai mekanisme partai.

Ia mengaku siap menjalankan amanah itu dan berkomitmen tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat, sebagaimana yang selama ini ia lakukan melalui media sosial.

Abdul Giaz dikenal sebagai influencer yang sering mengkritik jalanan rusak di Kaltim.

Kini, setelah resmi duduk di kursi dewan, apakah ia masih akan mengkritik? Tanya redaksi Arusbawah.co

"Harus, bismillah harus," tegasnya singkat.

Ia menjelaskan bahwa posisinya sekarang justru memberinya kekuatan lebih untuk bertindak.

"Kalau dulu kritik ya cuma bisa ngomong di media sosial. Sekarang lebih enak, misalnya ada jalan rusak di Teluk Lerong, saya tinggal datang, langsung telepon kepala dinasnya. Ada PIN dewan, lebih punya kekuatan," jelasnya.

Namun, ia menekankan bahwa kritiknya kini akan lebih terarah.

"Dulu kan hajar buta, sekarang lebih sistematis. Bukan berarti enggak boleh dikritik, masyarakat tetap boleh menyampaikan aspirasi, biar kita sama-sama cari solusi," tambahnya.

Giaz menegaskan bahwa dirinya tidak akan berubah setelah menjadi anggota dewan.

"Insyaallah, bismillah. Harus tetap turun ke jalan," ujarnya.

Bahkan, ia bercanda bahwa masyarakat masih bisa melihatnya naik motor Beat untuk memantau kondisi di lapangan.

Ia juga mengaku kini menerima banyak laporan langsung dari masyarakat.

"Sekarang ada yang DM. Ada yang ngadu tiang listrik mau roboh ke rumahnya, ya saya langsung telepon kepala PLN. Sekarang lebih enak, bisa langsung minta tolong," katanya.

Bagi Giaz, menjadi dewan bukan sekadar duduk di kantor.

"Kalau ada laporan, harus langsung tanggap. Jangan cuma diam, karena masyarakat butuh tindakan, bukan sekadar janji," tegasnya.

Saat ditanya mengenai posisinya di DPRD, Giaz mengaku sebenarnya lebih cocok di Komisi III yang membidangi infrastruktur.

Namun, ia saat ini masih mengikuti penempatan dari senior di partainya.

"Harusnya sesuai style, Komisi III. Tapi ya sudah, kita jalani dulu. Yang penting, apapun komisinya, aspirasi masyarakat tetap harus disampaikan," ujarnya.

Ia berpendapat bahwa masyarakat sebenarnya tidak terlalu peduli anggota dewan ditempatkan di komisi mana.

"Yang penting kerja nyata, bukan cuma soal duduk di komisi mana," tambahnya.

Sebagai influencer yang sering melontarkan kritik, Giaz sadar bahwa dirinya kini akan berada di posisi yang dikritik.

Namun, ia mengaku siap menghadapi hal itu.

"Kritik itu bagus, asal membangun. Tapi kalau cuma buat menjatuhkan ya harus sabar. Saya harap netizen tetap dukung, biar saya tetap jadi Adul yang dulu," katanya.

Giaz tegaskan bahwa dirinya tidak ingin berubah hanya karena kini berstatus sebagai anggota dewan.

"Jangan sampai jadi dewan diam. Saya tetap akan vokal, tetap menyuarakan yang perlu disuarakan," tutupnya. (wan)

Ads Arusbawah.co
Tag

MORE