ARUSBAWAH.CO - Proyek pembangunan Gedung Galeri UMKM lima lantai di Jalan Marsma R Iswahyudi, Sepinggan, Balikpapan, yang menelan anggaran hampir Rp68 miliar, menuai kritik dari Legislator Kaltim.
Proyek yang dikerjakan tiga tahap sejak 2022 dan selesai awal 2024 itu dinilai tidak efektif dan membebani keuangan daerah.
Ketua Pansus LKPJ DPRD Kaltim, Agus Suwandi, menyebut proyek itu sebagai bentuk pemborosan APBD.
“Galeri UMKM itu, hampir Rp68 miliar, tidak ada gunanya. Mau dibikin apa? Dibikin masjid tidak bisa, dibikin kantor juga tidak bagus. Bentuknya aneh, aku tidak mengerti itu siapa sih punya inisiatif begitu,” ujarnya saat diwawancara wartawan Arusbawah.co, Rabu (11/6/2025).
Gedung itu dibangun Pemprov Kaltim melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (DPPKUKM) Kaltim.
Tahap pertama gedung itu dibangun dan dikerjakan PT Ananto Uttomo dengan anggaran senilai Rp15,7 miliar.
Tahap kedua pada 2023 dengan kontrak Rp26 miliar.
Pada 2024 total anggaran disebut 60 miliar lebih, penyelesaian dilakukan untuk pengerjaan elektrikal, mekanikal, hingga meubel.
Agus Suwandi, politisi partai Gerindra itu menilai lokasi galeri UMKM tidak strategis untuk aktivitas ekonomi.
Meski dekat Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, menurutnya lokasi tersebut minim akses dan tidak ramah UMKM.
“Kalau mau untuk UMKM, harusnya di tempat yang ramai seperti terminal, pelabuhan, atau langsung di dalam bandara. Sekarang malah jadi beban rutin APBD, parkir juga susah di situ,” katanya.
Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024, disoroti bahwa bangunan ini bisa menjadi beban operasional permanen.
Menurutnya biaya listrik, air, pajak, hingga perawatan dinilai tidak sebanding dengan manfaat.
Agus menyebut menyewa rumah kontrakan lebih efisien.
“Nyewa tempat satu tahun Rp500 juta saja bisa lebih efektif. Ini malah bikin gedung, tapi enggak ada yang mau datang belanja ke situ. Cerita mati, kita ini pengusaha juga bos,” tegasnya.
Temuan pansus juga mencatat bahwa banyak ruang kosong di terminal lama dan baru Bandara Sepinggan yang masih bisa digunakan untuk promosi UMKM.
Namun ia menilai gedung galeri UMKM itu justru dibiarkan menganggur dan tidak dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Kami sangat kecewa. Anggaran seharusnya digunakan untuk program yang tepat sasaran, apalagi untuk pemberdayaan UMKM yang seharusnya bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” ucap Agus.
Diketahui, pembangunan gedung galeri ini dirancang sejak 2022 saat HM Sa’duddin menjabat sebagai Kepala Disperindagkop UMKM Kaltim.
HM Sa’duddin menyebut proyek pembangunan galeri UMKM dilakukan bertahap.
“Tahap pertama pembangunan menggunakan anggaran sekita Rp15 miliar, selesai pada 19 Februari 2023,” ujarnya pada (31/1/2023).
Pembangunan tahap kedua disebutnya akan menggunakan anggaran senilai Rp26 miliar,
Menurutnya, total anggaran diperkirakan Rp60 miliar lebih dan selesai di awal 2024.
"Anggaran pembangunannya Rp60 miliar lebih, itu, Iya dari APBD Pemprov Kaltim, Contohnya tahap pertama ini kan anggarannya Rp15 miliar, tahap kedua 26 miliar," pungkasnya.
(wan)





