Arus Publik

Fraksi Kaltim: Satu Minggu untuk Perjuangkan Dana Bagi Hasil atau Sungai Mahakam Ditutup

Apa respon pihak DPRD Kaltim?

Rabu, 12 November 2025 20:49

WAWANCARA - Ketua Fraksi Kaltim, Vendy Meru (tengah). Fraksi Kaltim memberi peringatan DPRD Kaltim, menuntut perjuangan DBH yang dipangkas pusat, ancam aksi tutup Sungai Mahakam jika tak direspons dalam satu minggu/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Gerakan Forum Aksi Kalimantan Timur (Fraksi Kaltim) kini merembet ke meja Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Kaltim terkait penolakannya terhadap kebijakan pusat yang dinilai tidak adil bagi daerah. 

Mereka menuntut DPRD bergerak cepat memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) yang dipangkas pemerintah pusat, sebelum langkah drastis dilakukan.

Ketidakadilan Fiskal Jadi Sorotan Fraksi Kaltim

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan para pimpinan DPRD Kaltim, Selasa (11/11/2025) malam, Fraksi Kaltim menegaskan ketidakadilan fiskal bagi daerah penghasil Sumber Daya Alam (SDA) terbesar di Indonesia.

Mereka menyoroti bagaimana sumber daya alam yang melimpah diambil pusat, tapi kesejahteraan masyarakat Kaltim tidak seimbang.

Ketua Fraksi Kaltim, Vendy Meru, mengatakan DPRD Kaltim jangan hanya duduk diam. 

Ia menekankan peran legislatif sebagai wakil rakyat harus jelas yaitu, memperjuangkan hak daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita akan menunggu satu minggu ini. Anggota DPRD, yang notabene adalah perwakilan kita, harus menyampaikan usulan ini," tegas Vendy dalam penyampaian kepada DPRD Kaltim dalam forum RDP itu.

 

Ancaman Aksi Tutup Sungai Mahakam

Fraksi Kaltim memberi sinyal keras bila tuntutan tak direspons. 

Aksi tutup Alur Pelayaran Sungai Mahakam siap dijalankan sebagai simbol protes ketidakadilan Pemerintah Pusat.

Vendy menyebut ini bukan ancaman kosong, tetapi cara menegaskan posisi strategis Kaltim.

"Kita akan melaksanakan gerakan bertanya. Kita akan bertanya melalui aksi tutup Sungai Mahakam," lanjut Vendy.

Ia menegaskan, bila pusat memaksa sungai dibuka, itu tanda Kaltim dihargai. 

Jika tidak, berarti daerah ini diabaikan.

Langkah Fraksi Kaltim ditegaskan Vendy bebas dari muatan politik atau SARA. 

Vendy menekankan tujuan utama hanya kesejahteraan masyarakat.

"Kita membaur. Satu Kaltim adalah milik kita semua. Jika masyarakat sejahtera, itu adalah kebanggaan perjuangan fraksi ini bersama DPRD Kaltim," ujarnya.

Respon DPRD Kaltim

Lebih lanjut, Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menanggapi langkah Fraksi Kaltim

Ia menegaskan DPRD mendukung perjuangan ini dan akan koordinasi dengan Gubernur untuk solusi cepat.

"Kalau dipotong itu memang yang terdampak kan banyak, dari sisi pembangunan juga, dari ekonominya juga terdampak," pungkasnya.

(wan)

 

Tag

MORE