ARUSBAWAH.CO - Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi Golkar, Muhammad Husni Fahruddin, menyambut positif penemuan gas signifikan oleh perusahaan energi asal Italia, Eni, di sumur eksplorasi Geng North-1, yang dibor di North Ganal PSC.
Menurut Husni Fahruddin, temuan ini menegaskan posisi Kaltim sebagai salah satu penyumbang energi nasional di masa mendatang.
Ayub menambahkan, “Penemuan gas ini menunjukkan bahwa potensi energi Kaltim sangat besar. Pemerintah daerah dan pusat harus memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat melalui skema Participating Interest yang jelas pada 2026.”
Sebagai daerah penghasil migas, Kaltim berhak atas PI (Participating Interest) 10 persen dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang beroperasi di wilayahnya.
“Skema ini menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi daerah sekaligus wujud komitmen pemerintah untuk memastikan manfaat aktivitas migas dirasakan masyarakat,” ujar Ayub.
Eni saat ini mengelola sejumlah blok strategis di Kaltim, termasuk Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, Rapak, hingga Makassar Strait. Dengan rencana merger aset bersama Petronas, status dan skema penyerahan PI 10 persen perlu mendapatkan kejelasan dari pemerintah pusat dan SKK Migas.
Kejelasan PI Masih Dinanti
Hingga kini, otoritas daerah maupun BUMD migas Kaltim masih menunggu penegasan terkait implementasi PI 10 persen pada blok-blok yang mendapat perpanjangan kontrak atau masuk struktur perusahaan patungan baru.
Dalam rapat Komisi XII DPR RI dengan Kementerian ESDM beberapa waktu lalu, anggota DPR RI Dapil Kaltim Syafruddin menekankan bahwa saat ini Kaltim baru menerima komitmen PI 10 persen dari satu perusahaan, yaitu Pertamina Hulu Mahakam (PHM).
“Sedangkan Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS), Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), Zona 9, dan PT Eni belum jelas, Pak Bahlil,” ucapnya.
Syafruddin juga menyinggung janji Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang saat berkunjung ke Kaltim sebelumnya menjanjikan komitmen PI 10 persen dari Eni.
Menanggapi hal ini, Bahlil menegaskan bahwa PI 10 persen untuk Eni “sudah klir, tidak ada masalah”.
Namun, komitmen PI untuk wilayah kerja lain seperti WK Sanga-Sanga, WK East Kalimantan, dan Attaka belum dijelaskan secara rinci.
Eni Dapat Perpanjangan Izin 20 Tahun di Blok Ganal - Rapak!
Sebagai informasi, perusahaan energi asal Italia, Eni telah mendapatkan perpanjangan izin 20 tahun untuk wilayah kerja migas di Indonesia, yakni Blok Ganal dan Rapak (Geng North).
Dalam rilis resmi perusahaan, disebutkan pula bahwa otoritas Indonesia telah menyetujui Rencana Pengembangan (Plan of Development/POD) untuk Lapangan Geng North (North Ganal PSC) dan Gehem (Rapak PSC).
Pengembangan terintegrasi dari kedua lapangan ini akan membentuk pusat produksi baru bernama Northern Hub di Cekungan Kutai.
Dari persetujuan itu, saat ini Eni bersiap menghasilkan produksi gas dan kondensat yang signifikan.
Gas alam sendiri merupakan komponen utama yang mudah menguap, seperti metana, yang biasanya dialirkan melalui jaringan pipa atau diolah menjadi LNG untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
Sementara itu, kondensat adalah cairan hidrokarbon ringan yang larut dalam gas di bawah tekanan tinggi di dalam reservoir. Saat gas diangkat ke permukaan, tekanan menurun sehingga kondensat mengembun menjadi cairan dan bisa dipisahkan dari gas, kemudian disimpan atau diolah lebih lanjut seperti minyak mentah.
Dalam keterangan pers perusahaan estimasi produksi yang dipublish yaitu sekitar 2 bcf/d gas (billion cubic feet per day) dan 80.000 bopd (barrels of oil per day) kondensat di wilayah Kalimantan Timur, baik untuk pasar domestik maupun internasional.
Jumlah ini signifikan.
2 bcf/d gas berarti 2 miliar kaki kubik gas per hari, sementara 80.000 bopd kondensat berarti produksi kondensat sebanyak 80.000 barel per hari.
Sebelumnya pada 2023 lalu, Eni sudah mengumumkan penemuan gas signifikan dari sumur eksplorasi Geng North-1 yang dibor di North Ganal PSC, sekitar 85 km dari pantai Kalimantan Timur, Indonesia.
Perkiraan awal saat itu, menunjukkan total volume struktur yang ditemukan sebesar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dengan kandungan kondensat diperkirakan hingga 400 ribu barel (Mbbls); data yang diperoleh akan digunakan untuk mempelajari opsi pengembangan cepat (fast-track development).
Geng North-1 dibor hingga kedalaman 5.025 meter di perairan sedalam 1.947 meter, dan menemukan kolom gas setebal sekitar 50 meter di reservoir pasir Miocene dengan sifat petrofisika yang sangat baik, yang telah menjadi fokus kampanye akuisisi data secara ekstensif.
Uji produksi sumur (DST) telah berhasil dilakukan untuk penilaian penuh terhadap penemuan gas ini.
Meskipun terbatas oleh fasilitas uji, uji ini memungkinkan estimasi kapasitas sumur mencapai 80–100 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dan sekitar 5–6 ribu barel per hari (kbbld) kondensat.
Dari rilis pers perusahaan Eni memiliki 83,3% hak kepemilikan dan menjadi operator Blok North Ganal – Lapangan Geng North, sementara Agra Energi Pte Ltd memegang 16,7% sisanya.
Eni juga memiliki 82% hak kepemilikan dan mengoperasikan Blok Ganal dan Rapak, dengan Tip Top sebagai mitra yang memegang 18%. (sobizz/pra)




