Advertorial

Diskominfo Kaltim

EBIFF 2025, Kaltim Perkuat Diplomasi Budaya dan Promosi Wisata Dunia

Sabtu, 26 Juli 2025 16:59

EBIFF 2025 - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud/ Foto: Pemprov Kaltim

ARUSBAWAH.CO - Ajang East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dalam memperkenalkan budaya daerah ke tingkat global. 

Tahun ini, lima negara sahabat India, Korea Selatan, Romania, Rusia, dan Polandia—hadir untuk meramaikan panggung internasional di Bumi Etam.

Festival yang berlangsung di Samarinda tersebut dirancang sebagai titik temu budaya, di mana seni dan tradisi menjadi jembatan mempererat hubungan antarbangsa.

Dalam acara penyambutan di Pendopo Odah Etam, Jalan Gajah Mada, Sabtu (26/07/2025), Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta, baik dari luar negeri maupun seniman lokal. 

Ia menilai EBIFF sebagai momentum penting bagi Kaltim untuk menunjukkan posisinya di mata dunia, apalagi menjelang peran strategisnya sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kehadiran saudara semua membawa semangat baru bagi pariwisata dan diplomasi budaya. Ini membuktikan bahwa budaya memiliki kekuatan universal yang mampu menembus sekat-sekat geografis, bahasa, dan keyakinan,” ucap Rudy.

Menurut Rudy, kekayaan budaya Kaltim yang meliputi kesenian, tarian tradisional, keragaman etnis, dan kuliner khas adalah kekuatan yang perlu dipertahankan di tengah arus modernisasi.

Gelaran EBIFF 2025 tidak sekadar menghadirkan pertukaran budaya antarnegara, tetapi juga menjadi sarana promosi destinasi wisata unggulan, seperti Danau Semayang, Kepulauan Derawan, Labuan Cermin, hingga Pulau Kakaban. 

Harapannya, potensi ini mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Festival ini juga dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berbasis budaya dan pariwisata. 

Produk kuliner dan kerajinan khas Kaltim diperkenalkan kepada para tamu internasional sebagai bagian dari identitas lokal yang memiliki daya saing global.

“Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa Kaltim tak hanya unggul dari sisi sumber daya alam, tapi juga pariwisata dan budaya yang kuat. UMKM menjadi bagian penting dalam ekosistem ini,” lanjut Rudy.

Kesuksesan tahun ini membuat Pemprov Kaltim berencana meningkatkan skala pelaksanaan pada 2026, dengan target kedatangan delegasi dari delapan negara.

“Kita akan bersiap menyambut lebih banyak negara tahun depan. Ini akan menjadi langkah besar Kaltim sebagai etalase Indonesia yang modern, terbuka, dan kaya akan warisan budaya,” jelas Rudy. (adv)

Tag

MORE