Mulai dari dinamika kelompok, permainan kebersamaan, aktivitas kreatif mewarnai, hingga kampanye simbolis “Deklarasi Inklusi Disabilitas”.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi.
Di sisi lain, para relawan juga diajak untuk lebih memahami pentingnya empati, kesetaraan, dan penghargaan terhadap keberagaman dalam kehidupan sosial.
Pendekatan Pendidikan Inklusi yang Lebih Humanis dan Partisipatif
Pupuk Kaltim menekankan bahwa pendidikan inklusi harus dibangun melalui pendekatan yang humanis dan partisipatif. Anak-anak disabilitas tidak hanya membutuhkan dukungan dalam aspek akademik, tetapi juga ruang untuk berinteraksi dan diterima di lingkungan sosialnya.
Menurut Rezha Abdillah, perusahaan ingin menghadirkan program yang tidak sekadar bersifat bantuan, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara relawan dan anak-anak.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berpartisipasi di masyarakat,” jelasnya.
Dukungan Fasilitas Multimedia untuk SLB di Kota Bontang
Selain kegiatan interaksi sosial, Pupuk Kaltim juga memberikan dukungan berupa peralatan multimedia untuk sejumlah SLB di Kota Bontang.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan anak disabilitas.
Pemanfaatan media pembelajaran dinilai penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak berkebutuhan khusus, terutama dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mudah dipahami.
“Lewat bantuan ini, sekolah dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih efektif bagi anak, sekaligus memperkuat pendidikan inklusi di Kota Bontang,” tambah Rezha.




