Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa proyek ini tidak akan mematikan peternak mandiri atau kecil.
Pabrik yang dibangun tidak akan memproduksi ayam atau telur, melainkan fokus pada pengadaan pakan, obat-obatan, vaksin, serta anak ayam (DOC) yang akan disalurkan kepada peternak.
“Kemudian peternak bisa mendapatkan pakan dan obat-obatan dengan harga pemerintah. Jadi ini menopang saudara-saudara kita peternak, daripada berteriak tiap tahun. Pakannya dari pemerintah, tapi pemerintah dan BUMN tidak bergerak di budidaya,” jelas Amran dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025) lalu.
Proyek ini juga menjadi solusi atas keluhan peternak kecil yang kerap kesulitan mendapatkan DOC dengan harga wajar.
Amran menyebut pernah terjadi kenaikan harga DOC hingga 30 persen saat permintaan tinggi, yang langsung ditindaklanjuti dengan meminta perusahaan terkait menurunkan harga.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menambahkan bahwa anggaran Rp 20 triliun dari Danantara bersumber dari berbagai saluran, termasuk Himbara dan APBN yang dikelola Danantara.
Tag



