Advertorial

DPRD Samarinda

DPRD Samarinda Dorong Pemakaman Gratis untuk Warga Tak Mampu, Tak Perlu Lagi Bingung Biaya Kubur

Jumat, 20 Juni 2025 20:43

WAWANCARA - Wakil Ketua DPRD Samarinda, Ahmad Vanandza/ Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CODPRD Samarinda sedang memperjuangkan layanan pemakaman yang layak dan gratis bagi warga kurang mampu.

Gagasan ini mencuat karena tingginya biaya pemakaman swasta yang dinilai memberatkan keluarga, terutama saat tengah dirundung duka.

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Ahmad Vanandza, menyatakan bahwa pemakaman seharusnya tidak menambah beban finansial keluarga yang berduka.

Ia menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan lahan gratis berikut fasilitas penguburan yang lengkap—termasuk proses gali lubang dan penutupan jenazah.

“Jangan sampai warga hanya dikasih lahannya, tapi harus gali dan ratakan sendiri. Bahkan jalannya rusak pula,” tegasnya.

Ia menilai, saat ini tarif pemakaman di Samarinda sangat bervariasi, bisa mencapai Rp 4 juta hingga Rp 7 juta per liang.

Jumlah itu dianggap terlalu mahal jika dibandingkan dengan penghasilan rata-rata warga. Ia juga mengingatkan bahwa akses menuju lokasi pemakaman banyak yang rusak, menyulitkan prosesi pemakaman.

Sebagai solusi, DPRD bersama Pemerintah Kota tengah merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang layanan pemakaman.

Regulasi ini nantinya akan mengatur standar pemakaman, baik milik pemerintah maupun swasta, agar lebih manusiawi dan terjangkau.

Ditambahkan pula oleh Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, bahwa dalam draf perda tersebut akan diatur kewajiban setiap kecamatan untuk memiliki setidaknya satu Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Selain itu, pemakaman swasta juga diwajibkan memiliki lahan minimal tiga hektare untuk mencegah pembangunan pemakaman yang tak terkontrol di area permukiman padat.

“Negara harus hadir saat masyarakat berada dalam kondisi paling rentan—yakni ketika sedang berduka. Jangan sampai karena tak mampu bayar, warga tidak bisa mendapatkan tempat pemakaman yang layak,” ujarnya.

Langkah DPRD ini mendapat respons positif dari masyarakat yang selama ini mengeluhkan mahalnya biaya dan sulitnya mendapatkan lahan kubur.

Dengan perda ini, diharapkan tak ada lagi warga Samarinda yang kebingungan mencari tempat pemakaman saat kehilangan orang terdekat. (adv)

Tag

MORE