ARUSBAWAH.CO - Komisi IV DPRD Kalimantan Timur melaksanakan kunjungan kerja ke PT Kobexindo Cement dalam rangka pengawasan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), CSR, serta aspek lingkungan hidup dan ketenagakerjaan.
Agusriansyah Ridwan, anggota Komisi IV DPRD Kaltim, menjelaskan bahwa pihaknya mengkaji dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) milik perusahaan saat kunjungan tersebut.
Kajian tersebut mengungkapkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan beserta program CSR di bidang pariwisata, pendidikan, dan infrastruktur jalan telah termuat dalam dokumen.
Akan tetapi, ia menyebut bahwa implementasi di lapangan masih kurang memuaskan.
"Kami menerima laporan bahwa desa terdekat belum mendapatkan pelayanan sebagaimana yang diharapkan. Meskipun sudah ada kontribusi, namun belum representatif," katanya.
Agus menegaskan bahwa kawasan di luar area perusahaan dengan nilai ekologis tinggi, seperti Goa Sengege yang termasuk kawasan karst, harus mendapatkan perhatian khusus.
"Wilayah ini harusnya mendapat kajian dampak lingkungan yang lebih detail dibandingkan wilayah lain," jelasnya.
Komisi IV meminta penjelasan yang rinci terkait peta rencana (roadmap) perusahaan dalam pelaksanaan kewajiban sosialnya, mencakup jangka pendek, menengah, dan panjang.
Aspek ini juga meliputi perencanaan tenaga kerja dan pelaksanaan perlindungan lingkungan.
"Pihak yang menerima kami hari ini belum merupakan pengambil kebijakan utama. Maka dari itu, kemungkinan besar akan ada pemanggilan atau pertemuan lanjutan untuk menyusun agenda tanggung jawab perusahaan secara lebih menyeluruh," tuturnya.
Tidak hanya itu, Komisi IV menekankan pentingnya pelatihan bahasa dan keterampilan bagi tenaga kerja lokal sesuai dengan tuntutan pekerjaan di lapangan.
Menurut Agus Ridwan, PT Kobexindo Cement telah memulai produksi sejak 2019, tetapi baru beroperasi secara penuh selama kurang lebih satu tahun.
Dengan demikian, ia menekankan perlunya transparansi dalam proses penataan serta pelaksanaan komitmen perusahaan.
Mengingat minimnya tutupan vegetasi di sekitar area perusahaan, pihaknya turut menyoroti rencana penghijauan dan lokasi penanaman yang direncanakan perusahaan.
"Kami juga minta kejelasan terkait wilayah hijau dan penanaman yang direncanakan," terangnya. (adv)




