Advertorial

DPRD Kaltim

DPRD Kaltim Minta Kajian Mendalam atas Rencana Kolam Renang di Tengah Tekanan Fiskal

Jumat, 12 Desember 2025 9:40

PEMBANGUNAN - Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin/ Foto: DPRD Kaltim

ARUSBAWAH.CO - Upaya peningkatan fasilitas olahraga kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui rencana pembangunan kolam renang berstandar internasional yang ditargetkan masuk program tahun 2026. 

Wacana tersebut muncul sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan sarana latihan bagi atlet renang yang saat ini terus berkembang pesat di daerah. 

Lokasi pembangunan diproyeksikan berada di kawasan Hotel Atlet, Kompleks Gelora Kadrie Oening Samarinda, sehingga dapat menunjang pola pembinaan yang terintegrasi dengan fasilitas yang sudah tersedia. 

Pemerintah meyakini bahwa keberadaan fasilitas ini akan memperkuat posisi Kaltim sebagai salah satu pusat olahraga air di tingkat nasional.

Meski gagasan tersebut dinilai penting, pembiayaan dan proses perencanaannya menjadi perhatian serius DPRD Kaltim

Kondisi fiskal yang sedang tertekan membuat lembaga legislatif meminta Pemprov meninjau ulang kemampuan pendanaan sebelum melanjutkan proyek berskala besar. 

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, mengingatkan bahwa setiap pembangunan harus berangkat dari kajian objektif dan situasi keuangan yang benar-benar diperhitungkan. 

Ia menyebut bahwa pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat telah menggerus ruang fiskal daerah.

“Perencanaannya harus benar-benar matang. Kita harus memastikan apakah pembangunan itu memungkinkan di tengah kondisi keuangan yang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Dengan proyeksi APBD 2026 yang hanya berada di angka Rp15,15 triliun, penentuan skala prioritas menjadi keharusan agar anggaran tidak terbebani oleh pembangunan kolam renang tersebut. 

Dalam situasi ini, DPRD mendorong Pemprov mempertimbangkan opsi yang lebih ringan secara pembiayaan. 

Pemanfaatan fasilitas yang sudah ada, seperti kolam renang GOR Segiri atau sarana olahraga di kawasan Palaran, dinilai masih memungkinkan untuk dimaksimalkan sebelum melangkah ke pembangunan baru.

“Pertimbangannya perlu matang. Bisa jadi cukup memaksimalkan fasilitas yang ada terlebih dahulu,” tutur Salehuddin.

Meskipun demikian, wacana pembangunan fasilitas kolam renang internasional tidak serta-merta ditolak. 

DPRD tetap membuka ruang dukungan selama kajian teknis, pembiayaan, serta proyeksi manfaatnya menunjukkan hasil yang layak untuk dilanjutkan. 

Apabila proyek tersebut dinilai mampu membantu pembinaan atlet renang, meningkatkan pelayanan publik, dan memberi dampak ekonomi bagi daerah, maka program itu dapat masuk dalam prioritas pembangunan.

“Jika jadi dibangun, kolam renang ini harus benar-benar memberi manfaat besar bagi pembinaan atlet dan masyarakat, serta mampu meningkatkan PAD,” jelasnya. (adv)

Tag

MORE