ARUSBAWAH.CO - DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota mempercepat pembenahan pengelolaan kawasan Teras Samarinda agar fungsi ekonominya lebih maksimal.
Sorotan utama diarahkan pada pengelolaan unit usaha seperti kafe serta wahana rekreasi jetski yang berada di area tersebut.
Legislator menilai kawasan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila dikelola secara lebih efektif.
Dorongan ini juga menyinggung peran BUMD Perumda Varia Niaga dalam mengelola aset strategis milik daerah.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menyampaikan bahwa pengelolaan aset publik seharusnya mampu menghasilkan keuntungan yang lebih optimal bagi daerah.
Ia menilai kerja sama yang dijalankan saat ini belum sepenuhnya memberi dampak signifikan terhadap pendapatan kota.
Menurutnya, potensi ekonomi di Teras Samarinda cukup besar karena kawasan tersebut ramai dikunjungi masyarakat setiap hari, namun belum diimbangi dengan hasil pengelolaan yang sepadan.
Abdul Rohim mengungkapkan bahwa sejauh ini kontribusi Varia Niaga terhadap PAD masih jauh di bawah ekspektasi.
Berdasarkan laporan yang diterima DPRD, perusahaan daerah tersebut hanya mampu menyumbang sekitar Rp500 juta.
“Varia Niaga menyumbang PAD sekitar Rp500 juta saat melapor ke kami. Angka itu masih jauh dari harapan kami,” ucap Rohim.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagian unit usaha di kawasan tersebut tidak dikelola langsung oleh BUMD, melainkan melibatkan pihak ketiga dalam bentuk kerja sama.
Dari skema tersebut, Varia Niaga disebut hanya memperoleh porsi kecil dari pendapatan yang dihasilkan.
“Ini sangat kecil. Mestinya bisa dikelola mandiri agar keuntungan yang didapat daerah bisa maksimal,” jelasnya.
Kondisi ini, menurutnya, berpotensi membuat pemasukan daerah tidak berkembang secara optimal karena sebagian besar keuntungan mengalir ke mitra pengelola.
Ia menilai opsi pengelolaan mandiri perlu dipertimbangkan agar hasil yang diterima daerah bisa lebih besar dan terukur.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Samarinda berencana meminta penjelasan resmi dari pihak Perumda Varia Niaga terkait pola kerja sama yang diterapkan selama ini.
“Jangan-jangan rendahnya kontribusi PAD ini disebabkan oleh tata kelola usaha yang belum optimal,” ungkap Rohim.
DPRD juga menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan aset daerah, khususnya di kawasan Teras Samarinda.
Harapannya, pengelolaan ke depan dapat berjalan lebih transparan dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi pemerintah kota Samarinda. (adv/naa)




