ARUSBAWAH.CO - Direktur Kredit PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara), Siti Aisyah, memilih diam saat dicecar wartawan terkait dugaan kredit nunggak senilai Rp235 miliar yang menyeret nama PT Hasamin Bahar Lines (HBL) dan dikaitkan dengan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud.
Peristiwa itu terjadi usai Siti Aisyah menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung E Kantor DPRD Kalimantan Timur, Karang Paci, Samarinda, Senin (13/4/2026).
Rapat yang dimulai sekitar pukul 13.30 WITA itu berlangsung tertutup untuk publik dan baru berakhir sekitar pukul 17.27 WITA.
Rapat itu membahas pemberian fasilitas kredit Rp280 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sejak siang, sejumlah wartawan telah menunggu di sekitar pintu keluar ruang rapat.
Bahkan, mereka berjaga di beberapa akses pintu di lantai satu, mengantisipasi kemungkinan jalur keluar pejabat bank pelat merah tersebut.
Begitu pintu terbuka, suasana langsung berubah.
Wartawan yang telah menunggu hampir lima jam spontan berdiri dan bergerak mendekat.
Siti Aisyah yang keluar dari ruang rapat langsung dikerumuti dan dicegat untuk dimintai keterangan.
Namun, alih-alih memberikan penjelasan, Siti Aisyah justru memilih diam dan terburu-buru meninggalkan ruang rapat.
Ia hanya tersenyum tipis sambil menunduk, tanpa menatap wajah wartawan yang terus melontarkan pertanyaan.
“Ibu, bu bagaimana soal kredit macet Rp235 miliar PT Hasamin?” tanya salah satu wartawan.
Tak ada jawaban.
Langkah Siti Aisyah justru semakin cepat.
Ia terus berjalan menuju mobil dinasnya tanpa memberi ruang bagi wawancara lanjutan.
Beberapa staf yang mendampinginya terlihat membuka jalan di tengah kerumunan wartawan yang terus mengejar dari sisi kanan dan kiri.
Situasi doorstop (cegat pintu) berlangsung singkat.
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan, mulai dari dugaan kredit macet, proses pemberian pinjaman, hingga kaitan dengan ketua DPRD Kaltim
Namun, semuanya tak mendapat respons satu katapun.
Tag



