Probebaya mulai berjalan sejak 2021 dengan prinsip transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
Warga RT dilibatkan mulai dari perencanaan hingga pengawasan.
Dalam beberapa tahun terakhir, program ini menjangkau hampir seluruh RT di Samarinda.
Namun, menurut Yakub, keberhasilan administratif belum tentu menjawab semua tantangan substantif di lapangan.
Ada empat pertanyaan besar yang akan menjadi fokus diskusi:
- Apakah Probebaya akan tetap dilanjutkan oleh kepemimpinan Samarinda berikutnya?
- Sejauh mana figur-figur potensial memahami konsep dan filosofi Probebaya?
- Jika dilanjutkan, modifikasi apa yang perlu dilakukan?
- Jika dihentikan, adakah program alternatif yang lebih efektif bagi masyarakat RT?
“Jangan sampai program ini hanya bergantung pada figur. Harus ada desain kebijakan yang kuat, supaya siapapun pemimpinnya, arah pemberdayaan tetap jelas,” tegas Yakub.
Baca juga:
Catatan Kritis: Transparansi hingga Risiko Elite Capture
Diskusi publik ini juga akan membuka ruang evaluasi terhadap sejumlah isu yang belakangan mencuat, antara lain:
Tag



