“Seluruh kebutuhan alat kesehatan untuk layanan jantung sedang kami proses sesuai perencanaan yang sudah ditetapkan,” kata Ahmad Jais.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Timur atas dukungan penuh yang diberikan, mulai dari pembangunan gedung hingga pemenuhan kebutuhan alat kesehatan.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan jantung RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan sebagai rumah sakit rujukan utama regional di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya.
Ahmad Jais juga mengapresiasi pendampingan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur bersama tim Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim yang dilakukan sejak awal proses pengadaan hingga tahap penerimaan alat kesehatan.
“Pendampingan ini sangat penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
64 Paket Pekerjaan, 84 Persen Alkes Sudah Tiba
Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSKD, Rosjidah Rahmawati, menyebut kegiatan ini melibatkan seluruh vendor pengadaan alat kesehatan untuk gedung jantung.
“Semua vendor diundang dan bertanda tangan pakta integritas, disaksikan langsung Wakil Kepala Kejati Kaltim,” ujarnya.
Rosjidah menjelaskan saat ini terdapat 64 paket pekerjaan pengadaan alat kesehatan dengan progres kedatangan mencapai 84 persen atau hampir 90 persen.
“Masih ada pekerjaan yang selesai di tanggal 24 sampai 28 Desember 2025, makanya kita lakukan penandatanganan pakta integritas,” katanya.
Tag



