ARUSBAWAH.CO - Dalam rangkaian perjalanan agenda Safari Ramadhan yang melintasi rute dari arah Muara Badak menuju Kota Bontang, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, melakukan pemberhentian di wilayah Desa Marang Kayu, Kutai Kartanegara, pada Kamis (12/3/2026) malam.
Momen tersebut berlangsung saat rombongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melihat sebuah warung warga yang masih terbuka di pinggir jalan.
Melihat kesempatan tersebut, Wakil Gubernur memutuskan untuk singgah dan berdialog langsung dengan masyarakat dalam suasana ngopi santai.
Kehadiran pimpinan daerah di malam hari ini sempat mengejutkan warga setempat.
Namun, suasana kaku segera mencair menjadi ruang diskusi terbuka.
"Kami di sini senang sekali pak, senang betul. Tumben-tumbenan mau singgah gelap-gelapan begini," ujar salah satu warga dengan antusias saat menyambut rombongan
Menanggapi keterkejutan warga, Seno Aji berkelakar mengenai gaya blusukannya yang kerap dilakukan di luar jam formal.
"Memang kerjaan kita begitu, malam keluyuran. Mumpung ada waktu ibu, pas perjalanan ke arah Bontang ternyata waktu kontak ada yang buka, ya sudah mampir mampir," ungkapannya.
Efek Ekonomi Jalan Mulus
Kesempatan ini dimanfaatkan sepenuhnya oleh warga Marang Kayu untuk menyampaikan apresiasi atas pembangunan infrastruktur jalan yang kini telah mulus.
Salah satu poin utama yang mencuat adalah dampak langsung perbaikan jalan poros terhadap peningkatan pendapatan usaha mikro di wilayah tersebut.
Seorang ibu melaporkan bahwa sejak kualitas jalan dibenahi, arus kendaraan dari arah Samarinda maupun Bontang menjadi lebih padat, yang secara otomatis meningkatkan jumlah pembeli di warung.
“Jadi begitu, Pak. Ini efek dari jalan. Setelah jalannya dibagusin, ibunya buka warung, ramai sudah,” lapornya kepada Wagub.
- Tak Hanya Silaturahmi Ramadan, Seno Aji Datang ke Muara Badak Bawa Isu Kuliah Gratis dan Rencana Industri Perikanan Modern
- PT MMPKT Ajak Perusahaan Tambang Kaltim Beralih dari Solar ke LNG: Lebih Murah dan Ramah Lingkungan
- Honor TAGUPP Kaltim Capai Rp8,3 Miliar, Berapa Persen dari Belanja Pegawai APBD 2026?
Sorotan Fasilitas Kesehatan di Marang Kayu
Namun, di balik kegembiraan tersebut, warga juga menitipkan pesan serius terkait layanan kesehatan dasar.
Mereka mengeluhkan kondisi Puskesmas Marang Kayu yang dinilai masih minim peralatan medis, sehingga belum mampu menangani kondisi darurat secara maksimal.
“Kami berharap dengan adanya Bapak malam hari ini bisa nanti memberikan penyampaian tekanan ke kabupaten agar puskesmas yang ada di Marangkayu ini, mohon sekali, Pak, peralatannya dilengkapi, Pak.” keluh seorang warga yang mewakili aspirasi komunitas petani di sana.
Kebutuhan fasilitas kesehatan yang mumpuni dianggap sangat mendesak.
Pasalnya, selama ini warga yang mengalami kondisi darurat harus dilarikan ke Bontang bahkan Samarinda dengan risiko waktu perjalanan yang cukup lama.
Kegiatan Safari Ramadhan ini diharapkan menjadi jembatan bagi Pemprov Kaltim untuk menjaring masukan riil dari lapangan, mulai dari dampak infrastruktur hingga kebutuhan mendesak akan alat kesehatan.
Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap program pembangunan dapat dipantau langsung dan dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat di pelosok daerah. (son)
- Temuan Kesra soal Indikasi Kecurangan Gratispol, Ternyata Ada Modus Pemalsuan
- Mobil Range Rover Gubernur Kaltim Dikembalikan, Baru Rp7,5 Miliar Masuk Kas Daerah, Pajak Rp957 Juta Masih Tertahan di Negara
- 'Bungul Pada Kelom' Ucap Isran Noor Tanggapi Sudarno Sebut Ada Anggaran Sewa Helikopter Rp24 Miliar di Era Lama




