Arus Publik

Sobizz Goes Public

Desakan Masyarakat soal Penolakan Tim Israel di Kejuaraan Senam, Dewan Minta Pemerintah Dengar Sensitivitas Publik

Kamis, 9 Oktober 2025 22:15

POTRET - Kolase foto Husni Fachruddin, Pramono Anung dan Anwar Abbas. Aksi penolakan terhadap tim Israel terus meluas, dari Samarinda hingga tingkat nasional. Masyarakat dan sejumlah tokoh publik berharap pemerintah Indonesia tetap konsisten dengan amanat konstitusi — menolak segala bentuk penjajaha

Husni juga mengimbau agar aksi solidaritas yang akan digelar masyarakat berlangsung damai dan tertib.

“Aspirasi boleh disampaikan dengan lantang, tapi tetap dalam koridor hukum dan keamanan. Kita semua sepakat, kemerdekaan Palestina adalah cita-cita kemanusiaan,” tegasnya.

 

Penolakan Muncul dari MUI hingga Pemprov DKI Jakarta

Sebelumnya, sikap penolakan sudah disampaikan oleh sejumlah tokoh dan lembaga nasional. Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menegaskan pentingnya menolak kehadiran atlet Israel sebagai bentuk dukungan terhadap pembebasan Palestina.

“Sebaiknya ditolak karena sesuai amanat konstitusi bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan,” ujar Amirsyah, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (7/10).

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim juga menekankan bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga konsistensi posisi ini perlu dijaga.

“Komitmen ini jangan diganggu oleh siapapun. Jangan sampai event seperti perlombaan senam justru menimbulkan kemarahan publik,” katanya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyebut kehadiran atlet Israel akan melukai hati masyarakat Indonesia.

“Bagaimana kita bisa menerima kehadiran atlet resmi dari negara yang tak punya hubungan diplomatik dengan kita, sementara Indonesia dikenal menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujarnya.

Tag

MORE