Terbuat dari rangka baja berlapis kabel plastik daur ulang, tugu ini dimaksudkan menggambarkan siluet Pesut Mahakam mamalia air tawar khas Sungai Mahakam yang terancam punah.
Namun, warga justru banyak yang mengeluhkan bentuknya yang sulit dimaknai.
Tugu Pesut Mahakam IV Dinilai Tak Ramah Lingkungan
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kaltim juga tak mau ketinggalan membangun ikon baru.
Tugu Pesut Mahakam IV berdiri megah di ujung Jembatan Mahakam IV, tepat di simpang Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang.
Tugu sepanjang 36 meter dengan lebar 7 meter ini dibangun pada akhir 2024 menggunakan dana APBD Kaltim sebesar Rp1,8 miliar, dan diresmikan pada 8 Januari 2025 oleh Pj Gubernur Akmal Malik.
Dikerjakan oleh seniman asal Bandung, John Martono, tugu ini dilapisi cat khusus anti karat empat lapis.
Namun, publik menilai penggunaan material plat galvanis yang memantulkan panas justru bertolak belakang dengan semangat ramah lingkungan.
Tugu ini juga sempat mengalami korsleting listrik yang membuat lampunya tidak menyala saat awal peresmian.
Tugu PKK Bontang Menuai Kekecewaan Warga
Dari Bontang, muncul pula Tugu PKK berbentuk tiga pilar bambu runcing dengan patung Burung Kuntul Perak setinggi 14 meter di Jalan Sultan Syahrir, Kelurahan Tanjung Laut.
Dikerjakan oleh Pemkot Bontang melalui Dinas PUPRK, proyek ini menelan dana sekitar Rp800 juta dari APBD 2024 dan rampung pada Desember 2024.
Sayangnya, hasil akhirnya menuai kekecewaan warga.
Patung burung tampak belum selesai, cat belang, dan beberapa bagian tugu masih terlihat rangka besi serta coran yang terkelupas.
Tag



