ARUSBAWAH.CO - Penguatan kemampuan numerasi di sekolah dasar mulai menjadi fokus utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah ini sejalan dengan visi IKN sebagai kota dunia untuk semua, di mana pendidikan dasar diarahkan untuk membentuk kemampuan berpikir logis, kritis, serta pemecahan masalah sejak dini.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan refleksi pelaksanaan program numerasi di Gugus 1 Sepaku yang digelar di SDN 021 Sepaku pada 28–29 April 2026.
OIKN dan INOVASI Dorong Penguatan Numerasi
Kegiatan ini difasilitasi oleh Otorita Ibu Kota Nusantara bersama INOVASI, kemitraan pendidikan Indonesia–Australia.
Refleksi ini menjadi ruang evaluasi bagi guru dan pemangku kepentingan pendidikan untuk:
- Menilai perkembangan pembelajaran numerasi
- Berbagi praktik baik di kelas
- Menyusun langkah perbaikan berkelanjutan
Sebanyak delapan sekolah dasar di Gugus 1 Sepaku terlibat aktif, mempresentasikan capaian pembelajaran siswa sekaligus tantangan yang dihadapi di lapangan.

Fondasi SDM IKN Menuju 2045
Direktur Pelayanan Dasar OIKN, Suwito, menegaskan bahwa numerasi menjadi bagian penting dalam peta jalan pembangunan pendidikan IKN hingga 2045.
“Pembangunan IKN tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia. Pendidikan dasar, termasuk numerasi, menjadi fondasi utama,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini merupakan tahap awal untuk membangun dasar kuat bagi generasi masa depan IKN.
Numerasi Bukan Sekadar Matematika
Numerasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan berhitung, tetapi juga mencakup pemahaman angka, pola, pengukuran, hingga data dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan ini dinilai penting karena membantu siswa:
- Mengambil keputusan sederhana
- Mengelola waktu dan keuangan
- Memahami informasi secara kritis
Pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Penajam Paser Utara, Mohamad Patoni, menekankan pentingnya perubahan cara pandang tersebut.
“Numerasi adalah kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Jika ditanamkan sejak SD, anak lebih siap menghadapi masa depan,” katanya.
Praktik Pembelajaran dan Karya Siswa Jadi Indikator
Selama dua hari kegiatan, para guru mempresentasikan praktik pembelajaran kontekstual, mulai dari:
- Soal berbasis situasi sehari-hari
- Metode mendorong siswa menjelaskan proses berpikir
- Pendekatan interaktif di kelas
Selain itu, kegiatan ini juga menampilkan mini gelar karya siswa.
Hasilnya menunjukkan perubahan signifikan dalam cara siswa menyelesaikan masalah, menarik kesimpulan, serta mengomunikasikan jawaban secara logis.
Pembelajaran numerasi yang konsisten dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri, ketelitian, dan sikap kritis siswa.
Dorong Generasi Adaptif di IKN
Melalui kolaborasi OIKN dan INOVASI, penguatan numerasi di wilayah IKN diharapkan berjalan berkelanjutan.
Upaya ini menjadi bagian dari visi besar IKN dalam mencetak generasi adaptif, cakap, dan mampu bersaing di masa depan—bukan hanya sebagai penghuni ibu kota baru, tetapi juga sebagai penggerak kemajuan bangsa. (red)
- Perbandingan IPM Kaltim vs DKI Jakarta, Ini Angka Versi Data BPS 2025
- Dari Lomba Azan ke MTQ Nasional, Perjalanan Rifqi Menjadi Qori Muda Kaltim
- Temui Seno Aji, Austria Mau Investasi di Bidang Kesehatan, Pendidikan dan Industri di Kaltim
- RTD Nagara Institute di Samarinda Kupas Danantara: Risiko Korupsi, Monopoli, hingga Dampak Ekonomi Daerah




