ARUSBAWAH.CO - Kalimantan Timur telah lama menjadi pusat industri batu bara nasional.
Sejak awal 1980-an, pemerintah mulai memberikan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) kepada sejumlah perusahaan tambang yang menjadi pelopor pertambangan batu bara skala besar di Indonesia.
Mayoritas perusahaan tersebut merupakan pemegang PKP2B Generasi I dan hingga kini masih beroperasi setelah memperoleh perpanjangan izin dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
Sebagian perusahaan tambang bahkan telah beroperasi lebih dari 40 tahun, menjadikannya sebagai perusahaan tambang batu bara tertua di Kalimantan Timur.
Berikut daftar perusahaan tambang batu bara tertua di Kalimantan Timur.
1. PT Berau Coal
PT Berau Coal menjadi perusahaan tambang batu bara tertua yang masih beroperasi di Kalimantan Timur.
Perusahaan ini memperoleh PKP2B pada 26 April 1983 dan mulai beroperasi pada tahun yang sama di Kabupaten Berau.
Hingga 2026, Berau Coal telah beroperasi selama sekitar 43 tahun.
Saat ini perusahaan tambang masih aktif menjalankan kegiatan pertambangan dan telah memperoleh perpanjangan izin sesuai ketentuan pemerintah.
2. PT Multi Harapan Utama (MHU)
PT Multi Harapan Utama (MHU) memperoleh PKP2B Generasi I pada 1986 dan memulai kegiatan eksplorasi pada 1987 di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Setelah menyelesaikan tahap pengembangan tambang, perusahaan mulai memproduksi batu bara secara komersial pada 1992.
Hingga 2026, MHU telah hadir di industri pertambangan selama sekitar 40 tahun.
Dengan usia operasi sekitar 40 tahun, MHU masih berstatus aktif dan mengelola sejumlah blok tambang di kawasan Tenggarong.
3. PT Kaltim Prima Coal (KPC)
PT Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia sekaligus salah satu pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) Generasi I.
Perusahaan ini menandatangani PKP2B dengan pemerintah pada 1982, kemudian melakukan kegiatan eksplorasi secara menyeluruh hingga 1986 sebelum memulai pembangunan infrastruktur tambang pada 1989.
Kegiatan penambangan KPC resmi dimulai pada Juni 1990 di wilayah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.
4. PT Kideco Jaya Agung
PT Kideco Jaya Agung yang beroperasi di Kabupaten Paser mulai memproduksi batu bara secara komersial pada 1993.
Perusahaan ini menandatangani kontrak PKP2B dengan Pemerintah Indonesia pada 14 September 1982, kemudian menjalankan tahap eksplorasi dan studi kelayakan selama hampir satu dekade sebelum memulai produksi komersial.
Perusahaan ini berkembang menjadi salah satu eksportir batu bara terbesar di Indonesia.
Dengan pengalaman sekitar 33 tahun, Kideco masih aktif menjalankan kegiatan penambangan di wilayah Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang.
5. PT Indominco Mandiri
PT Indominco Mandiri (IMM) merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara yang memiliki sejarah operasional panjang di Kalimantan Timur.
Perusahaan ini didirikan pada 11 November 1988 dan menandatangani Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) pada 5 Oktober 1990.
Setelah menyelesaikan tahap eksplorasi dan pengembangan tambang, Indominco memulai produksi komersial pada Maret 1997.
Wilayah operasional PT Indominco Mandiri berada di Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. (naa)




