ARUSBAWAH.CO - Beberapa waktu lalu, sebuah video singkat menyebar luas di media sosial.
Tampak seekor orang utan duduk di tumpukan sampah di tepi Jalur Perdau, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, mengais sisa makanan.
Wajahnya lelah, tubuhnya kurus, namun matanya tetap tajam—seolah ingin memahami dunia di sekelilingnya.
Video itu memicu perhatian publik, sekaligus rasa prihatin yang mendalam.
Lokasi itu bukan area hutan, melainkan tempat pembuangan sampah liar.
Masyarakat setempat membuang sampah di tepi jalan tanpa aturan, padahal jalur ini berada di tengah meta-populasi orang utan.
Hutan di sekitarnya telah terfragmentasi akibat aktivitas tambang batu bara, sehingga satwa ini terpaksa mencari makan di luar habitatnya.
Video Viral dan Kejadian di Tepi Jalan Bengalon
Peristiwa ini menjadi sorotan karena tidak hanya memperlihatkan orang utan mengais sampah, tetapi juga menggambarkan dampak fragmentasi hutan yang terus terjadi.
Meski terlihat “konyol” atau lucu bagi sebagian orang, kenyataannya Sam—sebutan untuk orang utan jantan dewasa itu—sedang menghadapi ancaman nyata: kehilangan sumber makanan alami dan berada dekat aktivitas manusia yang berisiko.




