Arus Terkini

Cerita Asanusi Muadzin Langgar Annidhol Samarinda Temukan Bayi Dalam Kardus, Sempat Gemetar saat Lihat Pertama Kali

Selasa, 29 Oktober 2024 2:20

Foto : Asanusi, Jemaat Langgar Annidhol Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu yang menemukan bayi di rumah ibadah itu (Arusbawa.co).

ARUSBAWAH.CO - Jemaah Langgar Annidhol dari Warga RT.6 Kelurahan Sidodadi, Asanusi menceritakan kronologi dirinya menemukan seorang bayi yang berada di dalam kotak kardus dekat halaman tempat wudhu langgar Annidhol.

Terbiasa sebagai muadzin atau sebagai pengumandang adzan di Langgar Annidhol ini, membuat Asanusi memiliki rutinitas untuk datang ke langgar Annidhol di tiap-tiap waktu salat.

Namun, saat dirinya hendak beribadah dan mengambil air wudhu, dia menemukan dan melihat anak bayi di dalam sebuah kotak kardus.

Awalnya, Asanusi sempat mengira kotak kardus itu berisi sampah atau kotoran.

Kejadian itu terjadi pada Minggu, (27/10/2024) pukul 11:45 WITA.

“Kemarin, saat itu saya hendak menunaikan salat Dzuhur di siang hari, saya menuju tempat wudhu dan saya melihat sebuah kardus yang berada di dekat tempat itu. Saya kira itu sampah mengapa dibuang di tempat wudhu, betapa terkejutnya saya melihat ada anak bayi yang diperkirakan baru lahir di dalam kardus itu,” ujarnya saat diwawancara pada Senin, (28/10/2024).

Diceritakannya bahwa dirinya segera bergegas lari ke bawah menuju rumah salah satu warga untuk meminta pertolongan.

Ia meminta pertolongan untuk memeriksa bayi itu dikarenakan dirinya tidak berani, gemetar ketakutan kepada bayi itu.

“Kondisi bayinya masih baru karena saya lihat masih ada ari-arinya atau tali pusarnya, kemungkinan baru lahir karena masih ada sedikit noda darah di badannya cuma dibalut kain, dan keadaan badannya kulitnya putih bersih,” ucapnya.

Saat diperiksanya bayi itu bersama beberapa warga, salah satu warga itu juga gemetaran dan pada akhinya Asanusi menjaga bayi itu dan warga meminta tolong untuk memanggil RT. 7 memeriksa keadaan bayi itu.

“Jenis kelaminnya perempuan, hidngnya mancung, dan untuk tanda pengenal di tubuhnya saya kurang tahu karena saya tidak berani melihat dari dekat,” ungkapnya.

Setelah dirinya menyelesaikan ibadah itu, dia hendak pulang dan melihat kerumunan banyak warga serta aparat keamanan.

Mereka ramai berkumpul karena para warga itu ingin melihat kondisi dari bayi itu.

Dirinya juga sempat diinterogasi di kantor polisi untuk diminta keterangan selama 1 jam guna peroleh keterangan yang valid terhadap keterangan Asanusi.

“Saya hanya diminta keterangan perihal soal penemuan bayi ini dan saya mengatakan dengan apa yang saya ketahui saja, karena jujur saya tidak berani dan tidak tahu apa-apa soal bayi itu datang dari mana, apalagi posisi saya melihat bayi itu saja sudah takut,” tuturnya.

Ditanya kabar mengenai si bayi itu, Asanusi menyampaikan kondisi bayi masih dalam perawatan di Rumah Sakit AW. Syahrani Samarinda untuk melalui tahap pemeriksaan kesehatan.

“Kemarin dibawa dan saya disuruh menunggu selama 1 sampai 2 hari oleh Pak RT untuk mengetahui hasil dari pemeriksaan rumah sakit,” terangnya.

Diungkapnya bahwa ada keinginan untuk merawat anak itu karena adik ipar Asanusi tidak mempunyai anak sama sekali dan ingin menjaga anak itu.

“Karena saya penemu pertama maka saya sebenarnya ingin memberikan kepada adik ipar saya, saya telepon dan dia bersedia. Namun ternyata dari RT, mengatakan tidak boleh harus menunggu hasil pemeriksaan, apalagi ada juga polisi yang mengatakan kepada saya untuk mengadpsi anak itu juga,” tutupnya. (dil)

Tag

MORE