“Kalau di Kaltim, saudara-saudara bisa lihat bahwa Pemprov Kaltim hampir sudah tidak pernah lagi melaksanakan kegiatan-kegiatan di luar kantor. Karena kita memanfaatkan kantor,” ujar Rudy saat diwawancara awak media pada, Jumat (24/10/2025).
Menurut Rudy, langkah itu bukan hanya soal efisiensi, tapi juga bentuk adaptasi terhadap situasi fiskal yang semakin ketat.
Ia menyebut, jika dahulu Pemprov Kaltim hampir tiap minggu atau tiap bulan menggelar kegiatan di hotel, kini hal itu sudah berhenti total.
“Kalau hari ini dana TKD tidak dipotong saja, kemarin kita sudah tidak ada melaksanakan kegiatan di hotel-hotel. Kalau dulu setiap minggu atau setiap bulan, hari ini jangankan setiap minggu, jangankan setiap bulan, tiga bulan pun kita enggak pernah,” tegas Rudy.
Dampak Pemangkasan ke Ekonomi Daerah
Namun kebijakan tersebut ternyata membawa dampak lanjutan bagi sektor ekonomi daerah.
Rudy mengakui, berkurangnya kegiatan pemerintah di hotel berimbas pada menurunnya okupansi industri perhotelan di Kaltim.
Sektor yang dulu ikut hidup dari rapat dan pertemuan pejabat kini ikut tertekan.
“Tentu akan mempengaruhi akufansi daripada hotel-hotel yang ada di seluruh Kalimantan Timur. Kita pengin hotel kita tetap tumbuh, semuanya bisa tumbuh. Catatannya bahwa duit harus punya,” katanya.
Rudy menjelaskan, dirinya pribadi bahkan hampir tak pernah menggelar acara di hotel sejak menjabat.
Tag



