ARUSBAWAH.CO - Suasana pagi di Lapangan Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (31/10/2025), terasa penuh semangat dan haru.
Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap dua serta P3K Paruh Waktu resmi dilantik langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.
Acara pelantikan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Dandim 0906/KKR Letkol Czi Damai Adi Setiawan, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Sekda Kukar Sunggono, perwakilan Polres Kukar, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Prosesi diawali dengan pengambilan sumpah janji yang dipimpin langsung oleh Bupati Aulia, diikuti dengan penandatanganan berita acara sumpah, penyerahan petikan SK secara simbolis, hingga pembacaan pakta integritas.
Momen itu juga dirangkai dengan pembacaan kitab suci lintas agama, sebagai bagian dari implementasi Gerakan Etam Mengaji (GEMA) yang menjadi ciri khas Kukar.
“Status Jelas, Kinerja Harus Meningkat”
Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh P3K yang baru saja diambil sumpahnya.
Ia menekankan, pelantikan ini bukan sekadar formalitas, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kukar.
“Dengan kejelasan status sebagai P3K, saya berharap kerja dan kinerja bapak ibu sekalian juga meningkat,” ujar Bupati Aulia.
Bupati juga menegaskan bahwa para P3K adalah garda terdepan pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan publik berjalan optimal, mulai dari Samboja hingga Tabang.
Evaluasi Tahunan, Peluang Perpanjangan SK Lebih Panjang
Salah satu hal yang menjadi perhatian peserta pelantikan adalah soal masa berlaku Surat Keputusan (SK) P3K yang diperbarui setiap tahun. Menjawab hal itu, Aulia menyebutkan bahwa sistem evaluasi tahunan bertujuan memastikan kinerja tetap terukur dan profesional.
Namun, ia membuka peluang adanya perubahan ke depan.
“Kalau dalam beberapa tahun kinerja P3K baik, saya akan bicarakan dengan BKN agar perpanjangannya bisa tiga atau lima tahun sekali,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Pesan Tegas: “Jangan Minta Pindah-Pindah”
Dalam nada tegas namun bersahabat, Aulia juga mengingatkan agar tidak ada P3K yang meminta mutasi sembarangan.
Menurutnya, penempatan tugas sudah disesuaikan dengan kebutuhan tenaga di setiap wilayah Kukar.
“Saya tegaskan, tidak ada P3K yang boleh merengek minta pindah. SK sudah diberikan sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Bupati bahkan meminta para kepala OPD agar tidak mengeluarkan nota dinas yang memungkinkan P3K berpindah tempat tanpa alasan mendesak.
Ia menilai, kebijakan itu penting agar pelayanan publik bisa merata hingga pelosok daerah.
“Kita ingin kehadiran pemerintah terasa dari ujung Samboja, Marangkayu, hingga Tabang. Pemerintah hadir lewat kalian, para P3K,” kata Aulia penuh makna.
ASN Berintegritas, Jauhi KKN
Menutup arahannya, Aulia berpesan agar seluruh P3K bekerja dengan tanggung jawab, profesionalisme, dan integritas tinggi. Ia juga mengingatkan untuk menjauhi segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Jadilah ASN yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Integritas itu harga mati,” pesannya.
Pelantikan ini bukan hanya simbol formal pengangkatan, tapi juga momentum lahirnya semangat baru dalam tubuh birokrasi Kukar — semangat untuk menghadirkan pelayanan publik yang adil, profesional, dan benar-benar dirasakan masyarakat hingga pelosok daerah. (adv)




