Arus Publik

BREAKING NEWS

BREAKING NEWS - Siswa SD Meninggal Dunia di Desa Long Melah Kutim, Kecelakaan Terjatuh saat Banjir

Jumat, 12 Desember 2025 18:36

ILUSTRASI - Ilustrasi korban meninggal dunia/ Deposit Photos

ARUSBAWAH.CO -  Satu anak usia Sekolah Dasar (SD) di Desa Long Melah, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), dilaporkan meninggal dunia karena kecelakaan terjatuh dari rumah, ketika kondisi banjir sedang melanda desa tersebut. 

Rumah dari korban diketahui, cukup tinggi, dan informasi awal, ditemukan lecet di kepala menandakan korban sempat terbentur benda keras. 

Camat Kecamatan Telen, Kabupaten Kutim, Petrus Ivung mengabarkan hal tersebut, saat ditelepon redaksi Arusbawah.co pada hari ini, Jumat (12/12/2025). 

Ia katakan, hal ini juga sudah dilaporkan via Zoom ke BPBD Kutim, serta ke Pemkab Kutim melalui Asisten I. 

Diwawancara, Petrus menceritakan kronologi awal yang ia ketahui, hingga siswa usia SD itu ditemukan meninggal

"Tadi malam, ada lomba paduan suara (di gereja) . Ada warga meninggalkan anaknya di rumah, Karena dianggap aman, rumah (warga tersebut) dekat saja dengan gereja. Warga itu kemudian ibadah dan ikut paduan suara. Ini di Desa Long Melah," ucapnya. 

"Ketika pulang jam 11, dicari anaknya sudah tak ada (di rumah)," lanjutnya lagi. 

Setelah itu, warga kemudian mencari, dan dilanjutkan pencarian pagi hari, dimana sempat ada dugaan anak tersebut, tidur di rumah temannya. 

"Pagi jam 6 dan jam 7 itu, ternyata anak itu tidak pulang, Akhirnya semua peserta Natal Gabungan termasuk warga Desa Long Melah, langsung menyisiri sungai. Anak itu ditemukan meninggal," jelasnya. 

"Sepertinya jatuh. Berdasarkan informasi, mungkin anak itu terpeleset, terkena kayu. Karena rumahnya kan tinggi. Ditemukannya itu di bawah kolong. Tadi malam jatuhnya. Tadi pagi dicari, dan kemudian ditemukan sekitar jam 7 lewat pagi tadi,". 

"Sedih juga saya lihat itu menetes air mata," katanya. 

 

Ada Dua Desa Paling Terdampak Banjir di Telen 

Kondisi banjir di beberapa desa di Kecamatan Telen, juga dijelaskan oleh Camat Petrus Ivung. 

Ia katakan, dari 8 desa yang ada di Telen, ada dua desa paling terdampak. 

"Yang betul-betul terkena banjir itu ada di Desa Long Melah dan Marah Haloq," katanya. 

Kondisi warga disebutnya masih ada yang mengungsi ke rumah kerabat. 

Untuk ketinggian air, disebutnya cukup tinggi untuk kawasan di bantaran sungai. 

"Menurun pelan, tapi masih banjir. Kalau di bantaran sungai, itu tinggi. Bisa mencapai 1 sampai 2 meter. Di Desa Long Melah itu, rumah di pinggiran, air sudah masuk," jelasnya. 

Kondisi di Kecamatan Telen, disebutnya, sudah mulai banjir sejak Minggu lalu, dan untuk beberapa desa, masih tetap banjir hingga hari ini.(pra)

Tag

MORE