“Kita ingin betul-betul dipastikan aman. Jangan sampai nanti ketika sudah dibuka dan masyarakat berkegiatan, tiba-tiba terjadi kejadian serupa. Ini sangat merugikan,” tegasnya.
Anggaran Besar Jadi Perhatian
Driving range tersebut diketahui menelan anggaran yang cukup besar.
Fasilitasnya dilengkapi dengan perlengkapan dan sistem digital modern yang didatangkan langsung dari Korea Selatan.
Total anggaran pembangunan mencapai Rp61,8 miliar, dengan rincian Rp27,9 miliar pada tahun 2024 dan Rp33,9 miliar pada tahun 2025.
Menurut Deni, karena proyek ini dibiayai melalui APBD, maka manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat secara luas, bukan hanya menjadi fasilitas terbatas.
“Ini anggaran besar untuk sebuah driving range golf yang nanti akan menjadi satu-satunya di Kalimantan dengan sistem digital dari Korea. Maka harus dipastikan kualitas dan keamanannya,” katanya.




