ARUSBAWAH.CO - Belanja modal menjadi salah satu indikator penting bagaimana pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jangka panjang.
Berbeda dengan belanja rutin yang hanya digunakan untuk operasional sehari-hari, belanja modal diarahkan untuk membeli, membangun, atau meningkatkan aset tetap yang menopang pelayanan publik.
Termasuk di antaranya, belanja modal juga menjadi sumber pembiayaan untuk pembangunan jalan.
Di Kalimantan Timur, alokasi belanja modal bervariasi antar kabupaten dan kota, serta provinsi.
Misalnya, Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Seno Aji memiliki APBD Rp 14 triliun, dengan belanja modal Rp 1,063 triliun, atau sekitar 7,6% dari total APBD.
Sementara itu, Samarinda yang dipimpin Andi Harun dan Saefuddin Zuhri menempatkan belanja modal sebesar Rp 1,48 triliun dari APBD Rp 3,8 triliun, sekitar 39%.
Di Balikpapan, belanja modal mencapai Rp 649 miliar dari APBD Rp 3,2 triliun (±20,3%), dan di Kutai Kartanegara sebesar Rp 957 miliar dari APBD Rp 6,7 triliun (±14,3%).
Kota Bontang bahkan mengalokasikan sekitar 31,6% dari APBD Rp 1,7 triliun untuk belanja modal, yaitu Rp 537 miliar.
Beberapa kabupaten lainnya menunjukkan tren berbeda.
Berau menggelontorkan Rp 1,1 triliun atau ±40,7% dari APBD Rp 2,7 triliun, sedangkan Kutai Barat mengalokasikan Rp 923 miliar dari APBD Rp 2,9 triliun (±31,8%).
Kutai Timur menempatkan belanja modal Rp 1,4 triliun dari APBD Rp 5,7 triliun (±24,6%), dan Paser juga ±24,6% dari APBD Rp 3,8 triliun digunakan untuk belanja modal.
Di Penajam Paser Utara, alokasi belanja modal mencapai Rp 290 miliar dari APBD Rp 1,6 triliun (±18,1%), sementara Mahakam Ulu menempati posisi tertinggi dengan alokasi Rp 1 triliun dari APBD Rp 1,8 triliun, atau ±55,6%.
Secara umum, belanja modal mencakup pembangunan gedung sekolah, rumah sakit, jalan, jembatan, hingga pembelian kendaraan dinas dan peralatan teknologi informasi.
Karakter utamanya adalah bersifat investasi jangka panjang, bernilai besar, dan dicatat sebagai aset pemerintah, bukan pengeluaran rutin.
Tag



