Arus Daerah

KWPLH Balikpapan

Belajar Sambil Berwisata dengan KWPLH, Pusat Konservasi Beruang Madu di Balikpapan

KWPLH Balikpapan: Pusat Konservasi Beruang Madu

Kamis, 7 Agustus 2025 14:31

KWPLH BALIKPAPAN - Belajar Sambil Berwisata dengan KWPLH, Pusat Konservasi Beruang Madu di Balikpapan (Foto: Instagram @kwplh_balikpapan)

ARUSBAWAH.CO - Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, semakin memperkuat eksistensinya sebagai pusat edukasi konservasi berbasis lingkungan hidup.

Berbekal keputusan resmi dari Walikota Balikpapan No. 188.45-72 (2005), KWPLH ini tidak hanya menjadi tempat konservasi beruang madu (Helarctos malayanus) tetapi juga menjadi sumber belajar yang aktif dan menarik bagi masyarakat luas, khususnya pelajar.

KWPLH menyediakan berbagai fasilitas edukatif, seperti enklosur beruang madu yang dirancang menyerupai habitat aslinya, pusat informasi edukasi beruang, taman bermain ramah anak, area piknik, serta program pendidikan lingkungan akhir pekan.

Dengan konsep play, learn, and relax, KWPLH ini mengajak pengunjung untuk memahami pentingnya pelestarian lingkungan melalui pendekatan yang menyenangkan.

Konservasi Nyata dalam Lingkungan Semi-Alami

Salah satu daya tarik utama KWPLH adalah enklosur beruang madu seluas 1,3 hektar yang didesain menyerupai hutan perawan.

Kawasan ini dihuni oleh lima ekor beruang hasil sitaan yang kini mendapatkan perlindungan maksimal melalui konservasi ex-situ.

Untuk meniru kehidupan alami mereka, proses pemberian makanan dilakukan secara tersembunyi dan terjadwal sehingga beruang tetap melakukan eksplorasi alami, seperti mencari, berdiri, hingga memanjat pohon.

Kegiatan edukasi semakin lengkap dengan adanya pemandu yang menjelaskan kepada pengunjung bagaimana beruang berinteraksi di lingkungan tersebut.

Bahkan, pengunjung dilarang memberi makan sembarangan agar tidak merusak pola hidup alami hewan tersebut.

Potensi sebagai Model Edukasi Nasional

Data tahun 2012 mencatat KWPLH dikunjungi oleh lebih dari 50.000 hingga 70.000 orang per tahun, yang sebagian besar adalah pelajar, keluarga, dan lembaga pendidikan.

Banyak pengunjung memberikan respons positif terhadap KWPLH sebagai tempat belajar yang nyaman dan informatif, sekaligus menginspirasi pengembangan model serupa di tempat lain, seperti yang tengah dirintis oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui konsep “Kampus Konservasi”.

UNNES bahkan disarankan untuk mengadopsi pendekatan KWPLH sebagai acuan dalam pengembangan Taman Kehati sebagai media pembelajaran lapangan, guna menguatkan komitmen sebagai kampus yang mengintegrasikan pelestarian alam dengan kegiatan akademik.

Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini

KWPLH bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga wahana edukatif yang mendorong pengunjung memahami pentingnya tidak memelihara satwa liar secara ilegal dan bertanggung jawab atas pelestarian hewan domestik.

Misalnya, program pemeliharaan dan pengendalian populasi kucing liar KWPLH dilakukan secara terstruktur dan edukatif.

Konsep konservasi yang dijalankan KWPLH selaras dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Artinya, KWPLH mampu menjadi cerminan nyata pelaksanaan tiga prinsip konservasi, yakni perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan lestari. (apr)

Tag

MORE