ARUSBAWAH.CO - Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kalimantan Timur pada 2025 kembali menunjukkan pola yang tidak merata antarwilayah.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, terdapat daerah yang mampu melampaui target secara signifikan, namun sebagian lainnya masih tertinggal dari pagu anggaran yang ditetapkan.
Secara sederhana, PAD merupakan pendapatan yang bersumber dari kemampuan daerah itu sendiri, seperti pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan pendapatan sah lainnya.
Semakin tinggi realisasi PAD, semakin kuat kemandirian fiskal suatu daerah dalam membiayai pembangunan tanpa bergantung pada transfer pusat.
Mahakam Ulu Tembus 500 Persen
Dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim, Mahakam Ulu mencatat capaian paling ekstrem.
Daerah ini berhasil merealisasikan PAD hingga 506,59 persen, jauh melampaui target yang ditetapkan.
- Pagu: Rp16,47 miliar
- Realisasi: Rp83,46 miliar
- Capaian: 506,59%
Lonjakan ini menjadikan Mahulu sebagai satu-satunya daerah dengan capaian lebih dari 500 persen pada 2025.
Kota-Kota Besar Tampil Stabil
Di kelompok kota, kinerja PAD relatif stabil dan mendekati target.
Bontang hampir sempurna
- Pagu: Rp382,14 miliar
- Realisasi: Rp379,12 miliar
- Capaian: 99,21%
Samarinda
- Pagu: Rp1,203 triliun
- Realisasi: Rp1,097 triliun
- Capaian: 91,23%
Balikpapan
- Pagu: Rp1,380 triliun
- Realisasi: Rp1,224 triliun
- Capaian: 88,75%
Kutai Timur Lampaui Target, Kukar Justru Turun
Di level kabupaten, Kutai Timur menjadi satu-satunya yang melampaui target.
Kutai Timur: 124,88% (Rp441,16 M → Rp550,93 M).
Sebaliknya, Kutai Kartanegara mencatat capaian terendah.
Kutai Kartanegara: 62,19% (Rp953,09 M → Rp592,71 M)
PPU, Paser, dan Berau Masih di Bawah Target
Beberapa daerah lain masih belum mampu mencapai target PAD:
- Penajam Paser Utara (PPU): 72,05%
- Paser: 79,36%
- Berau: 81,09%
- Kutai Barat: 97,30%
Kutai Barat menjadi yang paling dekat dengan target, meski masih sedikit di bawah 100 persen.
Daftar Lengkap PAD 2025 10 Kabupaten/Kota di Kaltim
Berikut rincian lengkap berdasarkan data DJPK Kementerian Keuangan:
Balikpapan
Pagu: Rp1.380,06 M | Realisasi: Rp1.224,76 M | 88,75%
Bontang
Pagu: Rp382,14 M | Realisasi: Rp379,12 M | 99,21%
Samarinda
Pagu: Rp1.203,24 M | Realisasi: Rp1.097,75 M | 91,23%
Penajam Paser Utara (PPU)
Pagu: Rp228,21 M | Realisasi: Rp164,43 M | 72,05%
Mahakam Ulu
Pagu: Rp16,47 M | Realisasi: Rp83,46 M | 506,59%
Paser
Pagu: Rp363,68 M | Realisasi: Rp288,63 M | 79,36%
Kutai Timur
Pagu: Rp441,16 M | Realisasi: Rp550,93 M | 124,88%
Kutai Barat
Pagu: Rp240,95 M | Realisasi: Rp234,43 M | 97,30%
Kutai Kartanegara
Pagu: Rp953,09 M | Realisasi: Rp592,71 M | 62,19%
Berau
Pagu: Rp400,00 M | Realisasi: Rp324,35 M | 81,09%
Kesenjangan PAD Masih Jadi Catatan
Dari data tersebut terlihat jelas bahwa kinerja PAD di Kaltim masih sangat beragam.
Ada daerah yang melampaui target secara ekstrem, namun ada juga yang masih jauh tertinggal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa penguatan basis pendapatan asli daerah masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama bagi daerah dengan realisasi di bawah 80 persen. (red)
- Perbandingan IPM Kaltim vs DKI Jakarta, Ini Angka Versi Data BPS 2025
- Kubar Jadi Daerah dengan Pencari Kerja Terbanyak di Kaltim, Jumlahnya Ribuan
- Ungguli Balikpapan dan Samarinda, Bontang Jadi Kota dengan Warga Paling Suka Membaca di Kaltim
- Kinerja PAD Tahun Pertama Gubernur di Kalimantan: Rudy Mas’ud, Agustiar Sabran, dan Zainal Paliwang Belum Capai Target




