ARUSBAWAH.CO - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, memberikan penjelasan resmi mengenai keterlambatan pencairan Beasiswa Kukar Idaman yang sampai saat ini belum diterima para penerimanya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menunda secara sengaja, karena anggaran senilai Rp16 miliar yang dialokasikan untuk program tersebut sebenarnya sudah tersedia dan hanya menunggu penyelesaian proses administrasi.
Sunggono menyampaikan bahwa sumber keterlambatan berasal dari mekanisme penganggaran.
Ia menuturkan bahwa Beasiswa Kukar Idaman masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), sehingga pencairannya tidak bisa dilakukan sebelum perubahan anggaran disahkan.
“Beasiswa itu sebenarnya kenapa terjadi ketelambatan, karena beasiswa itu penganggarannya masuk di anggaran (APBD) perubahan,” tutur Sunggono.
Ia menjelaskan bahwa penetapan Anggaran Perubahan Kukar baru dilakukan pada minggu pertama November, sehingga seluruh proses administratif baru bisa dimulai setelah itu.
Sunggono menegaskan bahwa alur pencairan tidak bisa dipangkas karena harus mengikuti sistem yang berlaku.
“Bukan berarti hari ini ketok, besok ada uang. Kita harus input RKA (Rencana Kerja Anggaran), kita harus usul DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran), semua OPD,” pungkasnya.
Menurutnya, hambatan saat ini tinggal pada proses administrasi tahap akhir. Atas instruksi Bupati Kukar, ia bersama seluruh pihak terkait mempercepat penyelesaian dokumen yang dibutuhkan.
Koordinasi dilakukan dengan Bagian Kesra, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD), hingga Kabag Perbendaharaan sebagai pihak yang berwenang mengeluarkan dana.
”Anggaran sudah tersedia. Anggarannya Pak Bupati sudah perintahkan saya untuk disiapkan. 16 miliar, itu sudah kita siapkan, ada uangnya. Tinggal proses administrasi saja ini,” jelasnya.
Sunggono optimistis bahwa pencairan mulai dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Insya Allah kita upayakan mudah-mudahan, Senin atau Selasa sudah bisa kita realisasikan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia meminta pemahaman dari lebih dari 4 ribu penerima bahwa proses pemindahan dana ke rekening masing-masing tidak dapat dilakukan secara serentak.
Ia memastikan bahwa tahapan akhir seperti PPA, SPP, SPM, dan SP2D sedang dipercepat agar pembayaran dapat segera dilakukan. (adv)




