ARUSBAWAH.CO - Di tengah percepatan pembangunan dan derasnya investasi industri, Balikpapan Fest 2025 hadir sebagai ruang bagi warga kota untuk menegaskan arah baru ekonomi berbasis komunitas.
Selama empat hari penyelenggaraan di BSCC Dome, sebanyak 2.700 talenta lokal dari bidang seni, olahraga, hingga wirausaha muda tampil menunjukkan energi kreatif kota minyak ini.
Panggung Kolaborasi dan Ekonomi Warga
Lebih dari sekadar ajang hiburan, Balikpapan Fest memperlihatkan bagaimana jaringan kreatif yang tumbuh dari gang-gang kota, studio kecil, dan ruang komunitas akhirnya menemukan wadah besar untuk berkolaborasi.
Tahun ini, festival tersebut kembali masuk dalam daftar 110 Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif — pengakuan bahwa kegiatan ini telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Struktur ekonomi Balikpapan yang selama ini identik dengan migas dan sektor jasa mulai bergeser.
Di sela geliat urban, muncul ruang-ruang kolektif warga yang menghasilkan nilai tambah dari budaya, ide, dan jejaring sosial.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung ekosistem yang lahir dari bawah.
“Kita ingin pelaku kreatif, komunitas, dan UMKM bukan hanya menjadi peserta, tetapi penggerak utama. Kota kreatif harus bertumpu pada identitas, kolaborasi, dan ekosistem yang sehat,” ujarnya saat membuka acara, Kamis (6/11/2025).
UMKM, Komunitas, dan Optimisme Baru
Tahun lalu, perputaran ekonomi dari festival ini mencapai Rp5,2 miliar, memunculkan kolaborasi bisnis baru antarpelaku UMKM.
Dengan proyeksi 40 ribu pengunjung tahun ini, target transaksi Rp5 miliar diyakini bisa kembali terlampaui.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sekretaris Dinas Pariwisata Kaltim Baihaqi menegaskan bahwa festival seperti ini memperkuat pondasi keberlanjutan ekonomi daerah.
“Komunitas adalah pondasi keberlanjutan. Ekonomi yang lahir dari kreativitas tumbuh seiring perubahan zaman. Festival ini menunjukkan bagaimana warga mengambil peran dalam pembangunan kota,” katanya.
Di area festival, 120 tenant UMKM menampilkan beragam produk mulai dari kuliner, kriya, mode, hingga inovasi digital.
Sementara 41 komunitas seni dan olahraga mengisi panggung dengan pertunjukan tari, mural, parkour, musik independen, serta kelas kolaboratif untuk publik.
Simbol Pergeseran Ekonomi Balikpapan
Puncak acara akan menampilkan Dewa 19, menjadi magnet bagi penonton luar daerah sekaligus memperluas jejaring promosi wisata kota.
Namun lebih dari itu, Balikpapan Fest 2025 adalah cerminan arah baru kota — transisi dari ekonomi industri menuju ekonomi yang tumbuh dari kreativitas dan solidaritas warga.
Energi perubahan kini bergerak dari bawah, menunjukkan bahwa Balikpapan tidak hanya kota industri, tapi juga kota ide dan kolaborasi. (adv)




