Arus Publik

Apa Itu Akreditasi JCI? Standar Internasional yang Kini Dipersiapkan RSUD Kanujoso Balikpapan

Mengenal Akreditasi JCI yang Dipersiapkan RSUD Kanujoso

BALIKPAPAN - Apa Itu Akreditasi JCI? RSUD Kanujoso Bersiap Menuju Standar Pelayanan Internasional/ Kolase: ARUSBAWAH.CO

ARUSBAWAH.CO - Joint Commission International (JCI) merupakan salah satu lembaga akreditasi rumah sakit yang diakui secara internasional.

Akreditasi ini menjadi salah satu acuan yang digunakan banyak rumah sakit di berbagai negara dalam meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta tata kelola rumah sakit.

Kini, RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan mulai mempersiapkan diri menuju akreditasi JCI sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Direktur RSKD, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, menyampaikan bahwa rumah sakit tidak hanya bersiap menghadapi reakreditasi nasional, tetapi juga mulai menyiapkan akreditasi internasional JCI.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan agar memenuhi standar pelayanan yang diakui secara global.

Lantas, apa sebenarnya akreditasi JCI dan mengapa banyak rumah sakit berupaya meraihnya?

Apa Itu Akreditasi JCI?

Joint Commission International (JCI) adalah lembaga akreditasi internasional yang melakukan penilaian terhadap rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan standar yang diakui secara global.

JCI merupakan organisasi yang berafiliasi dengan The Joint Commission, lembaga akreditasi pelayanan kesehatan yang telah lama beroperasi di Amerika Serikat.

Akreditasi JCI banyak dijadikan rujukan oleh rumah sakit yang ingin menerapkan standar pelayanan kesehatan bertaraf internasional.

Penilaiannya tidak hanya berfokus pada kelengkapan fasilitas atau administrasi, tetapi juga pada penerapan sistem pelayanan yang aman, efektif, berkualitas, dan berpusat pada pasien.

Untuk memperoleh akreditasi JCI, rumah sakit harus melalui proses evaluasi menyeluruh oleh surveior independen guna memastikan standar yang ditetapkan benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.

Apa Bedanya dengan Akreditasi Nasional?

Di Indonesia, rumah sakit pada umumnya telah mengikuti akreditasi nasional sebagai bagian dari pemenuhan standar mutu pelayanan kesehatan.

Sementara itu, JCI merupakan akreditasi bertaraf internasional yang banyak dijadikan rujukan oleh rumah sakit di berbagai negara.

Meski sama-sama bertujuan meningkatkan mutu pelayanan, JCI mengacu pada standar internasional yang menekankan budaya keselamatan pasien, peningkatan mutu secara berkelanjutan, manajemen risiko, serta tata kelola rumah sakit yang komprehensif.

Dengan demikian, rumah sakit yang telah memiliki akreditasi nasional tetap dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti akreditasi JCI apabila ingin menerapkan standar pelayanan yang diakui secara internasional.

Apa Saja yang Dinilai dalam Akreditasi JCI?

Penilaian JCI mencakup berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, antara lain:

  • Keselamatan pasien dalam setiap proses pelayanan.
  • Hak pasien dan keluarga.
  • Pencegahan serta pengendalian infeksi.
  • Penggunaan obat yang aman.
  • Kompetensi tenaga kesehatan.
  • Tata kelola dan kepemimpinan rumah sakit.
  • Manajemen risiko.
  • Program peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

Seluruh aspek tersebut dinilai untuk memastikan rumah sakit memiliki sistem pelayanan yang konsisten, aman, efektif, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.

Mengapa JCI Penting?

Akreditasi JCI menjadi salah satu standar internasional yang digunakan untuk mendorong rumah sakit terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Melalui penerapan standar tersebut, rumah sakit didorong membangun budaya keselamatan pasien, memperkuat koordinasi antarprofesi kesehatan, meningkatkan tata kelola organisasi, serta melakukan evaluasi mutu secara berkelanjutan.

Sejumlah rumah sakit di berbagai negara, termasuk Indonesia, telah memperoleh akreditasi JCI sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sesuai standar internasional.

RSUD Kanujoso Mulai Bersiap Menuju JCI

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo terus melakukan pengembangan layanan kesehatan.

Salah satu langkah yang kini dipersiapkan adalah menuju akreditasi JCI.

Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, mengatakan rumah sakit tengah mempersiapkan reakreditasi nasional sekaligus mulai menyiapkan akreditasi internasional JCI sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan.

Komitmen tersebut juga terlihat melalui berbagai kegiatan internal yang dilakukan rumah sakit untuk memperkuat kesiapan seluruh unit dalam menghadapi proses akreditasi JCI, mulai dari penguatan pemahaman standar, peningkatan budaya mutu, hingga koordinasi lintas unit pelayanan.

Proses Menuju JCI Membutuhkan Persiapan Menyeluruh

Meraih akreditasi JCI bukanlah proses yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Rumah sakit harus memenuhi berbagai standar internasional, baik pada aspek pelayanan klinis maupun nonklinis, serta membuktikan bahwa seluruh prosedur telah diterapkan secara konsisten dalam praktik sehari-hari.

Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, rumah sakit akan menjalani proses survei oleh tim penilai independen.

Apabila seluruh persyaratan terpenuhi dan dinyatakan lulus dalam proses survei, RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo dapat memperoleh akreditasi JCI sesuai standar yang ditetapkan Joint Commission International.

Persiapan menuju akreditasi JCI menjadi salah satu langkah pengembangan yang tengah dilakukan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Melalui proses tersebut, rumah sakit berupaya memperkuat sistem pelayanan, tata kelola organisasi, dan budaya keselamatan pasien agar selaras dengan standar internasional yang berlaku. (tan)

Tag

MORE