ARUSBAWAH.CO - Anggaran pengadaan alat kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dalam penyempurnaan rancangan akhir perubahan RKPD (P-RKPD) tahun 2025 mencapai Rp193,43 miliar.
Berdasarkan dokumen yang diperoleh Arusbawah.co, pengadaan Alkes ini masuk dalam program Gratispol Kesehatan, yang sebelumnya di anggaran murni 2025 diarahkan ke BPJS Kesehatan.
Namun, di perubahan anggaran, dana besar itu dipindahkan ke belanja langsung alat kesehatan.
Naik 4 Kali Lipat Dibandingkan Tahun Lalu
Kenaikan anggaran RSUD Kanujoso diperkirakan hampir empat kali lipat dibanding tahun 2024 yang hanya sebesar Rp43,07 miliar.
Pada 2024, pengadaan Alkes RSUD Kanujoso hanya senilai Rp43,07 miliar untuk 13 unit peralatan.
Rinciannya mencakup pengadaan SPECT-CT Rp30,1 miliar, mesin anestesi pediatrik Rp3,21 miliar, ventilator Rp1,66 miliar, inkubator bayi Rp1,28 miliar, monitor neonatus Rp1,09 miliar, hingga berbagai perangkat medis lain dengan nilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Namun, tahun 2025 anggaran itu naik menjadi Rp193,43 miliar.
Dinkes Kaltim Akui Pengalihan Anggaran ke Gedung Jantung RSUD Kanujoso
Redaksi Arusbawah.co kemudian mengonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, pada Rabu (24/9/2025) lewat sambungan telepon.
Saat ditanya mengenai Kenaikan anggaran dari Rp43,07 miliar menjadi Rp193,43 miliar, Jaya membenarkan adanya pengalihan anggaran untuk pengadaan Alkes di gedung jantung RSUD Kanujoso yang baru selesai dibangun.
“Oh, pembangunan gedung jantung itu sudah selesai kalau itu. Makanya anggarannya diarahkan ke sana,” kata Jaya.
Tag



