Advertorial

Pemkot Samarinda

Andi Harun: Jangan Cuma Wacana, Sinergi Pembangunan Harus Nyata

Senin, 5 Mei 2025 14:26

LAYAR - Wali Kota Samarinda, Andi Harun/ HO

ARUSBAWAH.CO - Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam penyusunan rencana pembangunan harus benar-benar diwujudkan dalam bentuk aksi nyata, bukan hanya berhenti di tataran slogan.

Pernyataan itu disampaikan Andi Harun saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalimantan Timur 2025–2029, yang digelar di Pendopo Odah Etam, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (5/5/2025).

“Sinergi itu enak didengar, tapi kalau tidak diikuti pertemuan teknis yang konkret, ya cuma jadi jargon,” tegasnya.

Ia juga menanggapi arah kebijakan pembangunan provinsi yang menekankan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar, serta mendorong transformasi ekonomi menuju ekonomi hijau dan biru berbasis sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan UMKM.

Namun, ia memberi catatan khusus soal efisiensi anggaran. Andi mengakui target efisiensi 70 persen yang diusung provinsi cukup ambisius, namun perlu dipertimbangkan dampaknya di tingkat kota.

“Kalau diterapkan secara kaku, bisa memperlambat perputaran uang di masyarakat dan memicu inflasi. Ini harus dihitung cermat,” katanya.

Andi juga mengangkat isu teknis seperti status jalan yang sering menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, banyak jalan rusak di Samarinda merupakan jalan provinsi atau nasional, sehingga Pemkot tidak bisa serta-merta melakukan perbaikan.

“Bukan kami diam, tapi memang ada batasan kewenangan. Ini yang perlu dipahami masyarakat,” jelasnya.

Terkait penanganan banjir, ia menyebut proyek besar seperti pembangunan turap di Sungai Karang Mumus masih memerlukan dana sekitar Rp900 miliar. “Kalau hanya mengandalkan APBD kota, jelas tidak sanggup. Perlu dukungan penuh dari provinsi dan pusat,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Andi Harun menyarankan agar setelah Musrenbang, segera digelar pertemuan teknis lintas sektor agar sinergi yang diharapkan bisa benar-benar dijalankan.

“Jangan cuma berhenti di forum seremoni. Kita butuh langkah nyata,” pungkasnya. (adv)

Tag

MORE