“Dari apa yang diuraikan tadi sebenarnya kami sudah bisa menyimpulkan,” kata Subandi kepada wartawan usai rapat klarifikasi di ruang BK DPRD Kaltim.
Namun, Subandi menegaskan bahwa hasil rapat belum bisa diumumkan ke publik.
BK masih menunggu seluruh anggotanya lengkap, karena beberapa di antaranya sedang menjalankan tugas dinas di luar kota dan ada beberapa yang kurang sehat.
“Karena ini menyangkut substansi materi yang belum bisa kami buka, jadi kita tunggu teman-teman lengkap dulu,” ucapnya.
Meski belum menyampaikan keputusan resmi, Subandi secara pribadi menyayangkan ucapan Abdul Giaz yang dinilai berpotensi mengganggu kerukunan masyarakat Kaltim yang selama ini terjaga dengan baik.
“Apapun itu, menurut pribadi saya ini subjektif ya, bukan keputusan BK 'ya janganlah ngomong seperti itu'. Kita di sini hidup rukun, jangan buat gaduh,” tegas Subandi.
Kecaman Organisasi Pemuda Lintas Agama
Sebelumnya, pernyataan Abdul Giaz menuai kecaman luas dari berbagai kalangan, terutama organisasi pemuda lintas agama di Kalimantan Timur.
Mereka menilai, ucapan bernada SARA dari seorang pejabat publik tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memecah belah masyarakat.
Tag



