Arus Publik

Banjir di Kutim

5 Hari Terendam, Warga Desa Kernyanyan Kutim Masih Tunggu Bantuan: Dari Awal Sampai Sekarang Belum Ada Sama Sekali

Banjir Belum Surut dan Wilayah Terdampak di Kecamatan Telen

Jumat, 12 Desember 2025 21:39

KANTOR DESA - ​Kantor Desa Kernyanyan, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim/IST

ARUSBAWAH.COBanjir yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, sudah berlangsung lima hari.

Air belum benar-benar turun sejak pertama kali masuk pada Minggu, 7 Desember 2025.

Desa Kernyanyan menjadi salah satu titik terparah dari delapan desa yang ada di kecamatan itu.

Wilayah seluas 70 kilometer persegi itu terendam dari tepi sungai hingga permukiman paling padat.

Luapan air sungai yang biasanya terkendali tiba-tiba melebar sampai puluhan meter.

Penjelasan Kepala Desa Soal Kondisi Terbaru Banjir

Kepala Desa Kernyanyan, M. Syami’un, mengonfirmasi kondisi itu saat dihubungi wartawan Arusbawah.co pada, Jumat, (12/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa penurunan debit air baru terjadi sedikit sekali.

“Untuk hari ini sampai sekarang itu kurang lebih satu jengkal turun. Sudah berangsur-surut tapi hanya sejengkal,” ujarnya saat berbincang kepada redaksi.

M. Syami’un menyebut dalam lima hari itu, setiap jam hanya air yang sedikit bergerak turun.

"Dari tadi pagi sampai sekarang itu kurang lebih satu jengkal sudah turun,” tambahnya.

150 Rumah Terendam dan Seluruh Warga Terdampak

Dari pengamatan aparat desa itu, ada sekitar 150 rumah yang terendam.

Ia mengatakan bahwa semua warga desa Kernyanyan terdampak.

“Kalau korban jiwa enggak ada. Kalau korban banjir semua kena. Semua rumah kena. Kalau enggak salah kurang lebih 150 rumah yang terdampak banjir,” katanya.

 

Belum Ada Bantuan Setelah Lima Hari Banjir

Yang membuat situasi warga desa semakin sulit adalah ketiadaan bantuan dari Pemerintah.

Kades M. Syami’un mengatakan hingga hari kelima, tidak ada kiriman logistik baik dari pemerintah kabupaten Kutai Timur maupun pemerintah provinsi Kalimantan Timur.

“Belum, belum ada sama sekali bantuan. Jadi sudah 5 hari belum ada,” ucap Syami’un.

Warga Mengungsi dan Mendirikan Tenda Mandiri

Kata dia, sebagian warga memilih mengungsi ke dataran yang lebih tinggi di sekitar desa.

Ada yang menempati balai pertemuan, sementara lainnya membuat tenda secara mandiri.

Ia membeberkan, hingga kini, dapur umum juga belum tersedia.

“Ada yang di balai pertemuan, ada yang bikin tenda sendiri gitu. Kalau bantuan belum ada sama sekali,” kata Syami’un.

Mereka disebut menggunakan terpal sendiri, makanan sendiri, dan memasak secara mandiri.

“Tidak ada, kami bangun sendiri-sendiri,” ujar Syami’un.

Ketinggian Air Mencapai Dada Orang Dewasa

Kondisi ketinggian air banjir di desa tersebut berbeda-beda pada setiap titik.

Di beberapa lokasi, air mencapai setinggi pinggang hingga dada orang dewasa.

“Ada tempat dia yang sepinggang, ada juga yang sampai dada orang dewasa. Mengikuti pasang surut air sungai,” jelasnya.

Syami’un memperkirakan, jika dibandingkan kondisi sebelum banjir, kenaikan air mencapai 20–30 meter dari garis sungai.

Listrik Masih Menyala dan Imbauan Kewaspadaan

Meski banjir meluas, aliran listrik di Desa Kernyanyan masih beroperasi normal.

“Kalau listrik tetap nyala saat ini,” katanya.

Terakhir, Syami’un mengimbau warganya untuk tetap berhati-hati, terutama dalam mengawasi anak-anak.

“Jangan sampai lalai. Orang tua yang punya anak harus diawasi, jangan dibiarkan main-main di sungai. Takut ada korban,” ucapnya.

Ia berharap banjir segera surut dan pemerintah segera mengirimkan bantuan, terutama kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, dan pakaian.

“Enggak tahulah kita satu dua hari ke depan ini. Kalau dari awal sampai sekarang belum ada sama sekali bantuan,” kata Syami’un menutup pembicaraan.

(wan)

 

Tag

MORE