Arus Politik

Yenni Eviliana: PKB Kaltim Bentuk Tim Lima, Bidik 3–4 Posisi Eksekutif pada Pemilu 2029

Sabtu, 28 Maret 2026 22:18

WAWANCARA - Wakil Ketua DPW PKB Kaltim, Yenni Eviliana/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur tengah melakukan konsolidasi internal melalui pembentukan “tim lima” untuk menyusun kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota.

Tim tersebut bertugas menggodok komposisi 10 Ketua DPC se-Kalimantan Timur yang saat ini masih dalam tahap pembahasan.

Wakil Ketua DPW PKB Kaltim, Yenni Eviliana, menjelaskan pembentukan tim lima masih berproses dan sejumlah nama telah diusulkan untuk kemudian dibahas lebih lanjut di tingkat wilayah. 

“Kalau kami ini ada tim lima. Lagi dibentuk untuk 10 Ketua DPC kabupaten kota se-Kaltim, lagi on progress. Ini kan usulan-usulan sudah kami masukkan ke DPW,” ujar Yenni saat diwawancarai pada Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan tim tersebut dibentuk untuk memetakan kepengurusan DPC sekaligus melihat kemungkinan adanya pergantian di beberapa daerah.

"Nanti ada pergantian atau tidak, lagi on progress," jelasnya.

Selain membahas struktur partai, PKB Kaltim juga mulai memetakan target perolehan posisi eksekutif di daerah.

Saat ini, dua kader PKB tercatat menduduki jabatan di eksekutif Kallimantan Timur, yakni Fahmi Fadli sebagai Bupati Paser dan Suhuk sebagai Wakil Bupati Mahakam Ulu.

Capaian tersebut menjadi modal bagi partai untuk meningkatkan jumlah kepala maupun wakil kepala daerah pada periode berikutnya.

Ia menilai target realistis berada di kisaran tiga hingga empat posisi eksekutif di kabupaten/kota. 

“Kalau lima kayaknya terlalu jumawa. Tapi kalau tiga sampai empat mungkin ada posisi wakil. Tapi kalau untuk yang nomor satunya dua sampai empat itu sudah luar biasa,” kata Yenni yang juga Wakil Ketua III DPRD Kaltim ini.

Yenni menegaskan bahwa kepemimpinan partai mendorong kader untuk berani memasang target tinggi. Menurutnya, mimpi politik bukan sesuatu yang keliru selama diiringi dengan kerja nyata dan upaya yang konsisten.

“Tidak ada yang salah dengan mimpi. Yang salah itu pada saat punya mimpi tapi tidak dikerjakan. Tapi kalau punya mimpi dikerjain, tidak ada yang salah. Siapa tahu dari salah satu mimpi itu bisa kejadian,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan pengalaman internal partai yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, tetapi pada akhirnya dapat tercapai. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa target tinggi bisa diwujudkan jika diiringi kerja keras.

PKB ini partai yang saya juga tahu dari awal, mungkin banyak dibilang tidak mungkin. Saya saja yang pimpinan (dibilang) tidak bakal jadi pimpinan, buktinya jadi pimpinan,” tuturnya.

Wanita kelahiran Metro, 6 Januari 1980 ini juga menyinggung pentingnya keberanian memasang target tinggi bagi partai. Menurutnya, mimpi politik bukan sesuatu yang keliru selama diiringi dengan kerja nyata.

“Tidak ada yang salah sama mimpi. Yang salah punya mimpi tidak dikerjain. Tapi kalau punya mimpi dikerjain, tidak ada yang salah. Siapa tahu dari salah satu mimpi itu bisa kejadian,” tegas Yenni.

Yenni menambahkan bahwa dinamika politik masih sangat mungkin berubah hingga menjelang tahapan penetapan calon.

Oleh karena itu, target yang dipasang tetap fleksibel dan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

“Tapi kan kita lihat perubahan sistem, semua bisa berubah di detik terakhir,” pungkasnya.

Menakar Target PKB Kaltim di Pemilu 2029

Target peningkatan posisi eksekutif yang disampaikan Yenni Eviliana juga selaras dengan arah baru PKB Kaltim yang mulai berani memasang target ambisius di tingkat legislatif.

Salah satunya adalah target meraih 11 kursi DPRD Kaltim pada Pemilu 2029.

Target tersebut pertama kali digaungkan dalam Musyawarah Wilayah PKB Kalimantan Timur 2025 yang digelar di Hotel Grand Senyiur Balikpapan pada 8 Desember 2025.

Dalam forum tersebut, Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin yang akrab disapa Udin, menyampaikan target baru bagi partainya.

PKB Kaltim menargetkan 11 kursi di DPRD Kaltim pada 2029. Ini bukan target mudah, tetapi dengan tekad dan ikhtiar yang kuat, kami yakin bisa mencapainya,” ujarnya.

Jika melihat rekam jejak elektoral, target tersebut memang terbilang ambisius, namun memiliki tren peningkatan yang cukup signifikan. Pada Pemilu 2019, PKB berada di jajaran bawah dengan total sekitar 78.000 suara. Saat itu, perolehan PKB masih berada di bawah sejumlah partai menengah seperti PKS, NasDem, Demokrat, hingga PPP dan PAN.

Dari hasil Pemilu 2019, PKB memperoleh lima kursi di DPRD Kaltim periode 2019–2024.

Lima tahun kemudian, peta politik berubah cukup drastis.

Pada Pemilu 2024, PKB meraih 143.852 suara atau meningkat sekitar 84,43 persen dibandingkan Pemilu 2019. Peningkatan tersebut membuat PKB mengamankan enam kursi DPRD Kaltim.

Kenaikan suara tersebut menempatkan PKB sebagai salah satu partai dengan lonjakan perolehan suara tertinggi di Kaltim.

Selain itu, Pemilu 2024 juga mencatatkan sejarah baru bagi PKB Kaltim setelah Syafruddin berhasil melenggang ke DPR RI periode 2024–2029.

Capaian tersebut menjadi kali pertama kader PKB dari Kaltim duduk di Senayan.

Dengan representasi yang kini telah mencakup tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI, PKB Kaltim dinilai memiliki modal politik untuk meningkatkan target, baik di legislatif maupun eksekutif. (sobizz/raf)

 

Tag

MORE