Arus Publik

Wabah Gondongan Serang Samarinda, Bagaimana Penanganannya?

Jumat, 18 Oktober 2024 13:11

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim, Fit Nawati/ arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO - Gondongan, atau dikenal dalam istilah medis sebagai mumps, kembali menjadi perhatian masyarakat setelah laporan peningkatan kasus di beberapa daerah di Indonesia khususnya Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim, Fit Nawati membeberkan dari 1.179 kasus gondongan yang dilaporkan sepanjang Januari hingga September 2024 di Kaltim terdapat 300 kasus gondongan di Kota Samarinda.

Hal ini disebabkan oleh infeksi virus ini, menyerang kelenjar parotis, kelenjar penghasil air liur yang terletak di dekat telinga, menyebabkan pembengkakan yang khas di wajah.

“Adapun gejala gondongan dengan ciri-ciri sakit kepala, demam tinggi, nyeri perut, nyeri sendi, pipi bengkak, nafsu makan menurun, nyeri menelan dan mudah lelah,” sebutnya pada Jumat (18/10/2024) saat ditemui di Kantor Diskominfo Kaltim.

Fit Nawati menjelaskan, pengendalian penularan Mumps yaitu isolasi penderita Mumps, terutama saat timbulnya pembengkakan kelenjar parotis/leher bengkak dengan durasi 5-7 hari.

“Bagi sekolah terdapat siswa yang sakit maka harus segera untuk memberikan izin belajar dirumah, bila perlu diliburkan sekolah agar memutus mata rantai penularan, lalu menerapkan etika batuk, seperti menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk dan bersin,” jelasnya.

“Menggunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setiap aktivitas terutama saat akan makan, dan yang terpenting menghindari penggunaan alat makan yang sama seperti berbagi gelas, sedotan dan sendok,” sambungnya.

Lebih lanjut, untuk mencegah penyakit Mumps ini, dapat dilakukan imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella).

Fit Nawati menuturkan, vaksin MMR berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit campak, rubella dan gondokan.

“Mengonsumsi obat pereda nyeri dan demam, cukupi kebutuhan tidur dan istirahat, perbanyak minum air putih, mengompres area yang bengkak dengan air hangat untuk meredakan nyeri dan konsumsi makanan lunak dan mengurangi mengunyah,” pungkasnya. (ale)

Tag

MORE