ARUSBAWAH.CO - Tingginya angka kerusakan layar ponsel di Kota Samarinda seringkali bukan disebabkan oleh faktor usia perangkat, melainkan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penanganan darurat dan kebiasaan penggunaan sehari-hari.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Hawaii Part Samarinda, pusat servis dan spare part di Jalan DI. Panjaitan—membagikan tips teknis guna memperpanjang usia pakai komponen layar atau LCD.
Edukasi ini dinilai penting mengingat biaya perbaikan layar original atau berkualitas tinggi tidaklah murah, sehingga langkah pencegahan menjadi solusi paling bijak bagi pemilik smartphone.
Bahaya Tersembunyi di Saku Celana
Banyak pengguna tidak menyadari bahwa kebiasaan menaruh ponsel di saku celana, terutama yang berbahan ketat seperti jeans, merupakan salah satu pemicu utama kerusakan layar.
Meski ponsel tidak jatuh atau terbentur, tekanan yang konsisten dalam saku dapat merusak struktur LCD.
Pihak Hawaii Part menjelaskan bahwa tekanan berlebih (ketindis) saat penggunanya duduk atau bergerak dapat memicu munculnya garis-garis halus, titik hitam (dead pixel), hingga fenomena ghost touch di mana layar bergerak sendiri.
"Saran kami, jangan terlalu sering menaruh ponsel di saku celana yang sempit atau ketat. Tekanan di ruang yang minim itu membuat LCD rentan terhimpit. Jika tertekan terus-menerus, fungsinya bisa terganggu atau muncul garis permanen di layar. Gunakanlah tas kecil atau taruh di tempat yang memiliki ruang cukup agar perangkat tidak tertekan beban tubuh," jelas Ifah, Admin Hawaii, pada 11/4/2026.
Langkah Darurat: Hindari Pengisian Daya Saat Terkena Air
Kasus lain yang sering berujung pada kerusakan total adalah penanganan yang salah saat ponsel terkena air atau masuk ke dalam cairan.
Salah satu kesalahan fatal yang paling sering dilakukan masyarakat adalah langsung mencoba mengisi daya (charging) untuk memastikan ponsel masih menyala.
Langkah ini justru menjadi "vonis mati" bagi perangkat tersebut karena air yang masih berada di dalam komponen akan memicu hubungan arus pendek (korsleting) saat dialiri listrik.
"Jika LCD terkena air, jangan sekali-kali di-charge. Segera bawa ke tempat servis agar bisa dikeringkan dan diselamatkan komponennya. Kalau dipaksa masuk listrik, kerusakan akan merambat ke seluruh mesin dan biayanya akan jauh lebih mahal," tambahnya memperingatkan.
Mengenali Gejala Kerusakan LCD Sejak Dini
Selain faktor eksternal, masyarakat juga diedukasi untuk membedakan antara kerusakan perangkat keras (hardware) dengan gangguan perangkat lunak (software).
Secara teknis, kerusakan LCD ditandai dengan perubahan fisik pada visual layar, seperti munculnya garis warna-warni, layar yang bergetar, atau adanya bagian sentuh yang tidak merespon sama sekali.
Hawaii juga memberikan tip agar masyarakat tidak hanya terpaku pada penggunaan tempered glass.
Meski mampu melindungi dari benturan luar, tempered glass tidak bisa melindungi LCD dari kerusakan internal akibat suhu panas berlebih (overheat) saat bermain game sambil mengisi daya.
Melalui edukasi yang konsisten ini, Hawaii Part berharap warga Samarinda tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang aktif, tetapi juga cerdas dalam merawat aset digital mereka.
Dengan perawatan yang benar, usia pakai ponsel dapat bertahan jauh lebih lama tanpa harus sering masuk ke meja servis. (son)




