Olahraga

Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah, Ekti Imanuel Sebut Bangsa Ini Kembali Percaya Diri

Jumat, 6 Februari 2026 22:5

PERTEMUAN - Ekti Imanuel saat berdiskusi dengan organisasi pers di Kutai Barat/ Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia melaju ke final AFC Futsal Asian Cup Indonesia 2026 menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari Ekti Imanuel, tokoh Kalimantan Timur, yang menyebut pencapaian tersebut sebagai momen penting kebangkitan olahraga nasional dan penanda Indonesia kembali berdiri sebagai bangsa pemenang.

Menurut Ekti, keberhasilan menembus partai puncak bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan buah dari perjalanan panjang, kerja keras, dan konsistensi yang selama ini jarang terlihat di level Asia.

“Ini bukan keberuntungan. Ini hasil proses. Timnas Futsal Indonesia menunjukkan bahwa kita mampu bersaing, bahkan menantang kekuatan besar Asia. Kita kembali menjadi bangsa pemenang,” ujar Ekti Imanuel kepada Arusbawah.co.

Ia menilai, apa yang dicapai skuad asuhan Hector Souto merupakan pencapaian historis, mengingat Indonesia baru pertama kali lolos ke final setelah 11 kali percobaan di turnamen futsal Asia.

Perjalanan Penuh Keyakinan Sejak Fase Grup

Ekti Imanuel yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kaltim menyoroti perjalanan Indonesia sejak fase grup yang dinilainya menjadi fondasi mental tim.

Kemenangan telak 5-0 atas Korea Selatan di laga pembuka dianggap sebagai titik balik kepercayaan diri.

“Di situ terlihat mental juara. Menggunduli Korea Selatan bukan hal kecil. Itu pesan tegas bahwa Indonesia datang bukan sekadar jadi tuan rumah,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kemenangan atas Kirgizstan yang diraih dalam tekanan.

Meski sempat mendapat perlawanan sengit, Indonesia mampu menjaga fokus hingga menang 5-3 dan memastikan tiket ke fase gugur lebih cepat.

Laga imbang melawan Irak pun dinilai Ekti sebagai bukti kedewasaan bermain.

Menurutnya, kemampuan bertahan dan menjaga hasil sama pentingnya dengan mencetak gol.

Mental Baja di Fase Gugur

Memasuki perempat final, Indonesia kembali diuji saat menghadapi Vietnam.

Ekti menyebut laga itu memperlihatkan karakter tim yang tidak panik dalam situasi genting.

“Kita unggul, ditekan, lalu menutup laga dengan kemenangan. Ini ciri tim matang,” ujarnya.

Namun, laga semifinal melawan Jepang disebut Ekti sebagai puncak ujian mental.

Dukungan puluhan ribu penonton, drama penalti di menit akhir, hingga perpanjangan waktu menjadi momen penentu.

“Jepang itu raksasa futsal Asia. Bisa menyingkirkan mereka di semifinal, itu sejarah. Di situ saya melihat Indonesia benar-benar naik level,” kata Ekti. 

Ia menilai ketenangan pemain Indonesia di extra time sebagai cerminan kematangan tim yang siap berada di level tertinggi.

Lebih dari Sepak Bola Lima Lawan Lima

Bagi Ekti, keberhasilan ini memiliki makna lebih luas dari sekadar olahraga.

Ia menyebut pencapaian Timnas Futsal Indonesia sebagai simbol bahwa Indonesia mampu bangkit dan bersaing secara bermartabat di panggung internasional.

“Ini soal harga diri bangsa. Ketika anak-anak muda kita berdiri sejajar, bahkan mengalahkan tim besar Asia, di situlah rasa bangga itu muncul,” ucapnya.

Ia berharap prestasi ini menjadi titik awal pembenahan ekosistem futsal nasional, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi berjenjang, hingga dukungan serius dari pemerintah dan masyarakat.

“Kalau kita konsisten, futsal bisa jadi cabang olahraga yang mengangkat nama Indonesia di Asia, bahkan dunia,” tegas Ekti.

Menjelang partai final, Ekti mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan penuh kepada Timnas Futsal Indonesia.

“Menang atau kalah di final, mereka sudah memberi kebanggaan. Tapi saya yakin, dengan mental seperti ini, Indonesia layak bermimpi lebih besar,” pungkasnya. (sobizz/ pra)

 

Tag

MORE