ARUSBAWAH.CO - Sikap DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Timur mendadak jadi perhatian setelah usulan hak angket di DPRD Kaltim yang sebelumnya ikut disepakati fraksi PAN kini dirumorkan batal.
Perubahan arah politik itu memicu tudingan dari publik bahwa PAN “masuk angin” dan mendapat tekanan dari pihak tertentu.
Isu tersebut ramai dibicarakan dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah muncul kabar bahwa PAN tidak lagi solid mendorong hak angket yang sebelumnya dibahas dalam rapat pada 4 Mei 2026 lalu dan telah ditandatangani enam fraksi DPRD Kaltim.
Namun Ketua DPW PAN Kaltim, Erwin Izharuddin, membantah keras tuduhan tersebut.
Ia menegaskan PAN bukan membatalkan usulan hak angket, melainkan masih melakukan peninjauan ulang sambil menunggu pembahasan internal partai dan fraksi gabungan bersama NasDem.
“Kita bukan menarik ya, tapi meninjau. Kita mau diskusi dulu sesuai prosedurnya seperti apa,” kata Erwin saat ditemui di Samarinda, Kamis, 14 Mei 2026.
Isu Intervensi Politik dan Tuduhan PAN “Masuk Angin”
Pernyataan itu sekaligus menjadi jawaban atas spekulasi liar yang berkembang di media sosial.
PAN disebut berubah sikap setelah muncul tekanan politik dari luar partai.
Bahkan muncul tudingan publik bahwa partai berlambang matahari itu mulai melunak terhadap pemerintah daerah.
Situasi ini makin menjadi perhatian karena posisi PAN di DPRD Kaltim tidak berdiri sendiri.
PAN tergabung dalam fraksi gabungan bersama Partai NasDem DPRD Kaltim, sehingga keputusan politik tak bisa diputuskan sepihak.
“Kalau sendiri kan lebih mudah memutuskan. Kita ini fraksi gabungan,” tegas Erwin.
PAN Kaltim Akan Gelar Rapat Internal
Di tengah persoalan yang berkembang, Erwin mengaku akan segera menggelar rapat internal bersama kader PAN dalam waktu dekat.
Agenda rapat itu untuk menyamakan sikap seluruh kader, termasuk anggota DPRD dari PAN yang sebelumnya ikut menandatangani usulan hak angket.
Menurutnya, perbedaan sikap di internal partai justru bisa memperkeruh posisi PAN di tengah perhatian publik.
“Jangan sampai ada yang dukung ada yang enggak. Kita maunya satu suara,” ujarnya.
Ketua PAN Kaltim Akui Masih Pelajari Substansi Hak Angket
Menariknya, Erwin juga mengakui hingga saat ini dirinya belum membahas secara mendalam substansi utama dari usulan hak angket tersebut bersama kader partai.
Ia mengaku masih ingin memahami secara utuh persoalan yang menjadi dasar munculnya hak angket di DPRD Kaltim.
“Saya mau tahu sebenarnya masalahnya apa, substansinya apa,” katanya lagi.
Pernyataan itu memunculkan pertanyaan baru di tengah publik.
Sebab, usulan hak angket sebelumnya sudah sempat ditandatangani dalam rapat politik DPRD, namun kini justru diklaim masih perlu dipelajari lebih dalam oleh pimpinan partai.
Erwin Izharuddin Bantah Ada Tekanan dari Pihak Manapun
Di sisi lain, Erwin juga membantah keras tudingan bahwa DPW PAN Kaltim mendapat intervensi politik terkait polemik tersebut.
Ia menyebut isu “masuk angin” yang ramai beredar sama sekali tidak benar.
“Enggak ada. Saya berani sumpah enggak ada begitu-gitu,” tegasnya.
Erwin menekankan dirinya selama ini menjaga independensi partai dan tidak ingin PAN dikendalikan kepentingan pihak manapun, termasuk dari lingkaran pemerintah daerah.
“Saya enggak mau diintervensi siapapun,” sambungnya.
PAN Sebut Komunikasi dengan Pemprov Kaltim Bukan Negosiasi Politik
Meski demikian, Erwin mengakui memang ada komunikasi dari Pemprov Kaltim setelah polemik hak angket berkembang ke publik.
Namun menurutnya, komunikasi itu tidak mengarah pada negosiasi politik maupun upaya mempengaruhi keputusan partai.
Ia memastikan seluruh sikap resmi PAN nantinya tetap diputuskan melalui pembahasan internal bersama kader dan anggota DPRD dari PAN Kaltim.
Sementara itu, hingga kini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN disebut belum memberikan instruksi khusus terkait arah sikap PAN terhadap usulan hak angket tersebut.
Menurut Erwin, Ketua Umum maupun pengurus pusat PAN sejauh ini hanya meminta penjelasan soal dinamika politik yang sedang berkembang di Kalimantan Timur.
“Ketua pusat cuma tanya masalahnya apa,” pungkasnya.
(wan)




