ARUSBAWAH.CO - Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalimantan Timur semakin mengerucut ke arah satu nama, yakni Rudy Mas’ud (Ketua DPD Golkar Kaltim saat ini).
Hingga tenggat pengembalian berkas pendaftaran bakal calon ketua, baru Rudy Mas’ud yang mengembalikan dokumen persyaratan secara lengkap.
Proses itu memunculkan sinyal kuat bahwa pemilihan Ketua DPD I Golkar Kaltim berpotensi berlangsung secara aklamasi.
Pantauan redaksi Arusbawah.co pada Senin (7/7/2025), hanya tim pemenangan Rudy Mas’ud yang datang ke Gedung DPD Golkar Kaltim untuk menyerahkan berkas.
SC Golkar: Peluang Calon Lain Tetap Terbuka
Menanggapi pertanyaan itu, anggota Steering Committee (SC) Musda, Fathurahman, membantah bahwa munculnya hanya satu calon menandakan minimnya demokrasi.
Ia menegaskan mekanisme Musda masih memungkinkan munculnya calon baru bahkan saat forum nanti berlangsung.
“Musda Golkar itu salah satu kewenangannya adalah memilih ketua. Nah, prosesnya sesuai dengan AD/ART kita, nanti peserta Musda bisa menyampaikan pandangan umum termasuk dukungannya. Bisa saja ada calon-calon yang muncul di arena Musda. Ini sangat memungkinkan,” ujar Fathurahman dalam konferensi pers.
Pernyataan Fathur menegaskan bahwa mekanisme Musda masih memberi ruang bagi dinamika politik internal, termasuk kemungkinan munculnya calon baru.
Namun faktanya, kondisi di lapangan menunjukkan hal sebaliknya, setidaknya hingga hari ini: belum ada ada tokoh lain yang secara terbuka menunjukkan minat bersaing.
Dilihat dari time line menuju Musda Golkar Kaltim, meski saat ini baru Rudy Mas'ud mengembalikan formulir, tahapan untuk itu sebenarnya masih berlangsung sejak 07 - 11 Juli 2025.
Barulah usai tenggat itu, dilanjutkan dengan prosess verifikasi persyaratan pada 11 - 14 Juli 2025.
Mayoritas DPD II Dukung Rudy Mas’ud di Musda Golkar Kaltim
Tim pemenangan Rudy Mas’ud sendiri dengan percaya diri menyebut bahwa mayoritas surat dukungan dari DPD II telah dikantongi.
Berdasarkan pernyataan dari tim pemenangan, hampir seluruh DPD II telah menyatakan dukungan kepada Gubernur Kaltim itu dalam proses Musda ini.
Ketua tim pemenangan, Andi Satya Adi Saputra, mengatakan seluruh dokumen syarat pencalonan sudah lengkap dan diserahkan sesuai prosedur.
“Alhamdulillah tadi sudah diterima oleh panitia dari SC terkait persyaratan dokumen tersebut. Kami berkeyakinan bahwa setelah melalui proses verifikasi insyaallah tidak akan ditemukan masalah karena dokumen yang dipersyaratkan memang sudah sesuai dan sudah lengkap,” kata Andi.
Ia juga mengklaim pencapaian Rudy Mas’ud selama menjabat telah membuktikan keberhasilan kepemimpinan periode pertama, khususnya dalam perolehan suara Partai Golkar di Pemilu 2024.
“Partai Golkar pada pemilu tahun 2019 itu mendapatkan 12 kursi atau sekitar 350 ribu suara untuk di provinsi. Sedangkan di tahun 2024 itu mendapatkan 15 kursi dengan 520 ribu suara. Artinya ada peningkatan 47 persen. Ini juga sebuah peran yang luar biasa dari pimpinan yaitu Pak Rudy,” tegasnya.
Andi Satya menyebut, pencapaian itu tidak hanya berdampak pada peningkatan elektabilitas partai, tetapi juga memperkuat posisi Rudy Mas’ud di struktur internal Golkar.
Dalam pernyataannya, Andi Satya mengaitkan keberhasilan itu dengan keterlibatan Partai Golkar di Pilgub terakhir, namun tidak memberikan penjelasan detail mengenai peran individu Rudy Mas’ud.
Musda Golkar Kaltim Berpotensi Tanpa Kompetisi
Dinamika itu menciptakan ruang politik yang sempit bagi munculnya pesaing Gubernur Kaltim itu dalam pemilihan ketua Partai pohon beringin itu.
Meski Golkar memiliki banyak tokoh politik, kenyataannya hingga hari ini belum ada satu pun dari mereka menunjukkan kesiapan untuk menantang petahana.
“Kita punya banyak tokoh dan figur hebat di Golkar. Tapi semuanya, insyaallah, memutuskan untuk tidak berkompetisi dan memilih bersatu mendukung Bapak Haji Rudy Mas’ud. Saya kira ini pertanda bahwa Golkar Kaltim memang solid.” pungkas Andi Satya.
(wan)





