ARUSBAWAH.CO - RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan terus mematangkan seluruh persiapan menjelang operasional Gedung Pelayanan Jantung Terpadu (Awang Faroek Tower).
Ini dilakukan sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang kardiovaskular.
Hingga saat ini, proses persiapan berjalan sesuai tahapan dan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Pemenuhan Sarana dan Prasarana
Fokus utama yang tengah dilakukan adalah pemenuhan dan penyempurnaan sarana prasarana, meliputi kelengkapan alat medis, meubelair, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh layanan yang akan diberikan dapat berjalan optimal, aman, dan sesuai standar pelayanan kesehatan sejak hari pertama operasional.
Tahap Awal Operasional Layanan
Sebagai tahap awal, Gedung Pelayanan Jantung Terpadu direncanakan mulai melayani masyarakat melalui layanan poliklinik jantung dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat Balikpapan dan wilayah sekitarnya terhadap pelayanan jantung yang komprehensif, cepat, dan terpadu dalam satu gedung.
Persiapan Operasional Dilakukan Bertahap
Plt. Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, menyampaikan bahwa persiapan operasional Gedung Pelayanan Jantung Terpadu dilakukan secara bertahap dan terukur.
"Persiapan operasional gedung jantung terpadu dilakukan secara bertahap dan terukur. Saat ini kami masih terus melengkapi alat medis, meubelair, serta fasilitas pendukung lainnya dan kami ingin memastikan bahwa ketika gedung ini mulai beroperasi, seluruh layanan dapat berjalan dengan optimal dan memenuhi standar mutu pelayanan kesehatan," ujar drg. Ahmad Jais.
Beliau menambahkan bahwa layanan poliklinik dan IGD jantung menjadi prioritas awal sebelum pengembangan layanan lanjutan secara bertahap.
"Poliklinik dan IGD jantung kami siapkan sebagai layanan awal, sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaat dari keberadaan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu ini," ucapnya.
Kesiapan Sumber Daya Manusia
Terkait kesiapan sumber daya manusia, Plt. Direktur menegaskan bahwa rumah sakit telah memiliki tenaga kesehatan yang kompeten dan berpengalaman di bidang kardiovaskular, baik dari unsur medis maupun keperawatan.
"Kami bersyukur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan telah didukung oleh dokter spesialis dan subspesialis jantung, bedah thoraks kardiovaskular, anestesi, serta tenaga keperawatan yang telah mengikuti berbagai pelatihan khusus kardiovaskular. Ini menjadi modal utama kami dalam memberikan pelayanan jantung terpadu yang aman dan berkualitas," tambahnya.
Target Peresmian dan Operasional Gedung
Beliau juga menyampaikan bahwa keberadaan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu diharapkan dapat memperkuat peran RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan sebagai rumah sakit rujukan, khususnya untuk kasus-kasus jantung di wilayah Kalimantan Timur.
"Kami berharap kehadiran gedung ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan jantung, sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah. Dengan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia yang semakin matang, manajemen RSKD optimistis operasional Gedung Pelayanan Jantung Terpadu dapat segera direalisasikan. Target operasionalnya sudah semakin dekat. In Sya Allah peresmian gedung akan dilaksanakan pada pertengahan Februari 2026 dan operasional layanan direncanakan mulai berjalan pada akhir Februari 2026. Ini merupakan langkah besar dalam penguatan layanan kesehatan jantung bagi masyarakat Balikpapan dan sekitarnya," tutup Plt. Direktur RSKD.
Hadirnya Gedung Pelayanan Jantung Terpadu, RSKD siap menangani kasus jantung kompleks secara mandiri, memperkuat peran sebagai rumah sakit rujukan regional, dan memastikan masyarakat Balikpapan mendapatkan layanan medis yang cepat, aman, dan berkualitas tanpa harus keluar daerah. (sobizz/naa)




