Arus Publik

Sobizz Goes Public

RSKD Balikpapan Pecahkan Rekor MURI, Perkuat Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Konsistensi RSKD dalam Edukasi dan Sosialisasi PJB

Senin, 30 Maret 2026 22:28

PODCAST - Dalam rangka memperingati kelainan jantung yang diderita seseorang sejak lahir (CHD) Awarness Week pada tanggal 7-14 Februari 2024, RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo melalui podcast dr. Adelaide Adiwana, Sp.JP,.FIHA sebagai narasumber bersama dr. Gede Dehandra sebagai host membahas mengenai Pe

ARUSBAWAH.CO - RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan turut ambil bagian dalam pencapaian Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan deteksi dini penyakit jantung bawaan (PJB) secara serentak dengan jumlah anak terbanyak di seluruh Indonesia.

Kegiatan deteksi dini penyakit jantung bawaan (PJB) ini merupakan inisiatif nasional yang untuk pertama kalinya dilaksanakan secara serentak, melibatkan kelompok kerja (pokja) pediatrik dan penyakit jantung bawaan yang dikoordinasikan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi pediatrik dan PJB (Sp.JP(K)) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Di Kalimantan Timur, RSKD Balikpapan menjadi satu-satunya rumah sakit yang memiliki layanan subspesialis kardiologi pediatrik sehingga berperan penting dalam pelaksanaan skrining tersebut di wilayah ini.

Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Menurut dr. Adelaide Adiwana, Sp.JP(K), FIHA, deteksi dini PJB menjadi langkah krusial mengingat banyak kasus yang tidak terdiagnosis sejak awal dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius di kemudian hari.

Melalui skrining ini, diharapkan penyakit jantung bawaan (PJB) dapat dikenali lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan optimal.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen tenaga kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa.

Peringatan CHD Awareness Week Jadi Momentum Edukasi

Selain kegiatan skrining, RSKD Balikpapan juga aktif memperingati Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week yang diperingati setiap tanggal 7 hingga 14 Februari setiap tahunnya.

Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung bawaan.

Sejak tahun 2024, bertepatan dengan hadirnya layanan Sp.JP(K) kardiologi pediatrik dan PJB di RSKD, berbagai kegiatan edukatif secara konsisten telah dilaksanakan.

Konsistensi RSKD Balikpapan dalam Edukasi dan Sosialisasi PJB

Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan diisi dengan pembuatan video edukasi dan podcast yang membahas seputar PJB.

Sementara itu, pada tahun 2026, rangkaian kegiatan dikemas lebih komprehensif dengan mengadakan pemeriksaan echocardiography (USG jantung) bagi siswa sekolah dasar.

Sebanyak sekitar 50 siswa kelas 4 di SDN 013 Balikpapan mengikuti skrining untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit jantung bawaan sejak dini.

Edukasi Kesehatan Terpadu: Jantung, Gizi, dan Gigi Anak

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyuluhan kesehatan yang mencakup edukasi mengenai penyakit jantung bawaan, kesehatan gigi anak, serta gizi, yang seluruhnya memiliki keterkaitan erat dengan tumbuh kembang dan kesehatan anak secara menyeluruh.

Pelaksanaan berbagai kegiatan ini dinilai memberikan manfaat yang signifikan, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung bawaan.

Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat lebih peka terhadap gejala serta pentingnya deteksi dini.

Langkah Nyata RSKD dalam Layanan Preventif dan Promotif

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong penanganan yang lebih cepat dan tepat bagi anak-anak yang terdeteksi mengalami PJB sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Melalui berbagai upaya ini, RSKD Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, demi mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat.

(sobizz/shi)

Tag

MORE