Arus Publik

ARUS DATA

Rincian Pagu Anggaran Belanja Pegawai 10 Kabupaten/Kota di Kaltim 2025, Mana Paling Besar?

Belanja Pegawai Jadi Komponen Utama dalam APBD Daerah

Sabtu, 16 Agustus 2025 14:3

FOTO ILUSTRASI - Data belanja pegawai Kaltim 2025/ Foto: harianjogja (kolase oleh Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.CO -  Dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), belanja pegawai masuk ke dalam kelompok belanja operasional atau sering disebut sebagai belanja daerah

Komponen belanja pegawai ini mencakup gaji, tunjangan, hingga honorarium bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga pendukung.

Besarnya alokasi belanja pegawai sering kali menjadi sorotan karena dapat memengaruhi ruang fiskal daerah dalam membiayai pembangunan dan layanan publik.

Di Kalimantan Timur (Kaltim), porsi belanja pegawai tiap kabupaten/kota menunjukkan variasi yang cukup mencolok.

Ada daerah yang hampir 40 persen dari pendapatannya habis untuk menggaji pegawai, namun ada juga yang masih relatif kecil.

Lalu, bagaimana rincian belanja pegawai di 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur (Kaltim) tahun anggaran terbaru? Berikut ulasannya diurutkan dari tertinggi ke terendah. 

Kutai Barat Tertinggi, Mahakam Ulu Terendah

Berdasarkan data pagu APBD terbaru, berikut daftar belanja pegawai dibandingkan dengan pendapatan daerah, diurutkan dari yang tertinggi ke terendah:

Kutai Barat – 38,9%

Kutai Barat (Kubar) mencatat persentase belanja pegawai paling tinggi.

Dari pendapatan Rp3,6 triliun, sebanyak Rp1,4 triliun atau 38,9% terserap untuk gaji pegawai. Porsi ini menunjukkan beban belanja pegawai yang cukup berat bagi Kubar.

  • Pendapatan Rp 3,6 Triliun 
  • Belanja Pegawai Rp 1,4 Triliun
  • (38,9% dari pendapatan) 

Bontang – 32,0%

Kota Bontang berpendapatan Rp2,7 triliun, dengan belanja pegawai Rp863 miliar.

Porsinya 32%, menjadikannya salah satu yang cukup tinggi dibanding kota lain.

  • Pendapatan Rp 2,7 Triliun 
  • Belanja Pegawai Rp 863 Miliar  
  • (32,0% dari pendapatan) 

Paser – 31,7%

Kabupaten Paser memiliki pendapatan Rp4,1 triliun, dengan belanja pegawai Rp1,3 triliun atau 31,7%.

Angka ini menunjukkan porsi yang hampir sama dengan Balikpapan.

  • Pendapatan Rp 4,1 Triliun 
  • Belanja Pegawai Rp 1,3 Triliun 
  • (31,7% dari pendapatan)

Penajam Paser Utara (PPU) – 31,2%

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), PPU juga memiliki porsi belanja pegawai cukup tinggi.

  • Pendapatan Rp 2,5 Triliun 
  • Belanja Pegawai Rp 781 Miliar
  • (31,2% dari pendapatan)

Balikpapan – 31,0%

Kota terbesar kedua di Kaltim menempatkan lebih dari sepertiga anggarannya untuk ASN dan tenaga pendukung. 

  • Pendapatan Rp 4,2 Triliun 
  • Belanja Pegawai Rp 1,3 Triliun 
  • (31,0% dari pendapatan) 

Samarinda – 24,5%

Ibu kota provinsi Kaltim relatif lebih moderat dengan alokasi seperempat pendapatan daerah untuk gaji pegawai. Sebagai ibu kota provinsi, Samarinda mencatat pendapatan Rp5,3 triliun.

Belanja pegawai mencapai Rp1,3 triliun atau sekitar 24,5%, masih lebih tinggi dibanding Pemprov Kaltim namun tidak setinggi Balikpapan.

  • Pendapatan Rp 5,3 Triliun 
  • Belanja Pegawai Rp 1,3 Triliun 
  • (24,5% dari pendapatan) 

 

Kutai Kartanegara (Kukar) – 21,5%

Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki pendapatan Rp11,5 triliun, dengan belanja pegawai Rp2,47 triliun atau 21,5% dari pendapatan.

Meski persentasenya tidak terlalu tinggi, secara nominal belanja pegawai Kukar menjadi yang terbesar di tingkat kabupaten/kota.

  • Pendapatan Rp 11,5 Triliun 
  • Belanja Pegawai Rp 2,47 Triliun
  • (21,5% dari pendapatan) 

Berau – 21,3%

Kabupaten yang terkenal dengan potensi wisata Derawan ini memiliki angka belanja pegawai yang cukup seimbang.

  • Pendapatan Rp 4, 7 Triliun 
  • Belanja Pegawai Rp 1 Triliun
  • (21,3% dari pendapatan) 

Kutai Timur – 20,7%

Kutai Timur mencatat pendapatan Rp11,1 triliun.

Dari total itu, Rp2,3 triliun atau 20,7% digunakan untuk belanja pegawai.

Angka ini menempatkan Kutim sebagai salah satu daerah dengan belanja pegawai terbesar secara nominal.

  • Pendapatan Rp 11,1 Triliun 
  • Belanja Pegawai Rp 2,3 Triliun 
  • (20,7% dari pendapatan) 

Pemprov Kaltim – 18,5%

Pemerintah provinsi relatif efisien dengan alokasi belanja pegawai di bawah 20 persen.

  • Pendapatan Rp 20 Triliun 
  • Belanja Pegawai Rp 3,7 Triliun 
  • (18,5% dari pendapatan)

Mahakam Ulu (Mahulu) – 15,5%

Kabupaten termuda di Kaltim sekaligus paling rendah porsinya. Hanya sekitar 15 persen pendapatan yang digunakan untuk gaji pegawai.

  • Pendapatan Rp 2,3 Triliun 
  • Belanja Pegawai Rp 356 Miliar
  • (15,5% dari pendapatan) 

Mana Daerah Paling Boros untuk Gaji Pegawai?

Jika dilihat dari nominal, Kutai Kartanegara dan Kutai Timur mencatat belanja pegawai terbesar, masing-masing di atas Rp2 triliun.

Namun, dari sisi persentase terhadap pendapatan, Kutai Barat menjadi daerah paling tinggi dengan hampir 40% APBD tersedot untuk pegawai.

Sebaliknya, Mahakam Ulu justru menjadi yang paling efisien dengan porsi belanja pegawai hanya 15,5%.

Data ini memperlihatkan adanya variasi besar dalam struktur APBD di Kaltim.

Perbandingan ini penting untuk mengukur kemampuan fiskal daerah dalam membiayai pembangunan tanpa terlalu terbebani belanja pegawai. (pra)

Diolah oleh Tim Riset Arusbawah.co 

Sumber: Portal APBD Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kota di Kementerian Keuangan RI 

 

Tag

MORE