Arus Publik

Universitas Mulawarman Samarinda

Puluhan Tahun Mengabdi, 613 Honorer Unmul Kini Diangkat Jadi PPPK

Pelantikan Ratusan Honorer Unmul Jadi PPPK

Rabu, 12 November 2025 18:32

WAWANCARA - Wawancara Rektor Universitas Mulawarman Abdunnur usai melantik 613 PPPK di lingkungan Universitas Mulawarman, pada Rabu (12/11/2025) pagi/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Sebanyak 613 tenaga honorer Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah digelar di GOR 27 September Unmul, Rabu (12/11/2025), dipimpin langsung oleh Rektor Unmul, Abdunnur.

Di bawah kitab suci, ratusan pegawai itu bersumpah dan berjanji akan bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab.

Bersamaan dengan pelantikan, juga diberikan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 53 tenaga pendidik dan kependidikan yang sudah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun.

Menurut Rektor Abdunnur, pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial atau perubahan status. 

Ia menyebut momen ini sebagai bentuk transformasi besar dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di kampus tertua di Kaltim itu.

“Ya, hari ini kita melantik 613 pegawai PPPK Unmul. Ini kebanggaan bagi universitas karena mereka resmi beralih dari status honorer menjadi aparatur negara. Mereka punya tugas dan tanggung jawab, sekaligus hak sesuai aturan pemerintah,” kata Abdunnur saat ditemui wartawan usai pelantikan.

Ia menegaskan, langkah itu merupakan bagian dari upaya Unmul memperkuat kualitas kelembagaan dan kinerja pegawai agar lebih profesional.

“Dengan SDM yang baru dilantik ini, kita ingin membangun suasana kerja yang positif, kebersamaan, dan semangat baru. Harapannya, semua ini bisa membawa Unmul lebih berdampak untuk masyarakat dan meningkatkan keunggulan kampus ke depan,” ujarnya.

 

Peralihan Status yang Penuh Makna

Selama bertahun-tahun, sebagian besar pegawai Unmul bekerja sebagai tenaga honorer

Gaji tak seberapa, hak terbatas, tapi tanggung jawab sama besarnya dengan pegawai tetap. 

Kini, lewat skema PPPK, status mereka berubah. 

Ada harapan baru soal kesejahteraan dan kepastian karier.

Abdunnur menyebut, mayoritas pegawai yang dilantik memiliki jabatan fungsional, artinya mereka punya keahlian khusus yang diakui oleh negara.

“Ini bukan cuma perubahan administratif. Mereka adalah tenaga fungsional dengan keahlian masing-masing yang bisa bikin Unmul lebih maju dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Namun di balik itu, Abdunnur mengakui masih ada pegawai honorer yang belum sempat dilantik. 

Beberapa di antaranya sebelumnya ikut seleksi PNS namun belum berhasil lolos.

“Masih ada yang belum dilantik. Ada yang ikut formasi PNS tapi belum lolos. Mereka tetap kita perjuangkan. Termasuk nanti kalau sudah keluar pedoman teknis dari Kementerian Keuangan, Unmul bisa mulai mengangkat pegawai kontrak BLU (Badan Layanan Umum),” jelasnya.

Penghargaan Satyalancana dan Harapan Baru

Menurut Abdunnur, status Unmul sebagai perguruan tinggi negeri berstatus BLU memberi peluang untuk mengelola SDM lebih fleksibel.

“Dengan status BLU, kita bisa rekrut pegawai kontrak BLU. Ini sedang kita tunggu aturannya. Karena ke depan Unmul butuh banyak SDM, baik PNS, PPPK, maupun pegawai kontrak, untuk memperkuat daya saing nasional dan global,” tegasnya.

Selain pelantikan PPPK, Unmul juga memberikan Satyalancana Karya Satya kepada 53 pegawai yang sudah lama mengabdi. 

Penghargaan ini diberikan langsung oleh rektor sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah atas dedikasi mereka di bidang pendidikan dan pelayanan publik.

“Ada 53 orang yang menerima Satyalancana, masing-masing untuk masa pengabdian 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun. Ini bentuk apresiasi dari pemerintah melalui Sekretariat Negara, BKN, dan Kementerian Dikti Saintek,” jelas Abdunnur.

Ia bilang, penghargaan itu bukan sekadar simbol atau medali di dada, tapi bukti nyata dari dedikasi para pegawai yang selama ini bekerja di balik kemajuan kampus.

“Satyalancana ini harus jadi semangat baru untuk seluruh civitas akademika agar terus berkontribusi dan berdampak bagi masyarakat, terutama di Kaltim,” tutup Abdunnur.

(wan)

 

Tag

MORE