Arus Daerah

KWPLH Balikpapan

Perjalanan KWPLH Balikpapan Jadi Pusat Konservasi Beruang Madu, Tembus 50 Ribu Pengunjung Meski Non Profit

KWPLH Balikpapan: Pusat Konservasi Beruang Madu

Sabtu, 9 Agustus 2025 21:46

KWPLH BALIKPAPAN - Tembus 50 ribu pengunjung, ini perjalanan KWPLH Balikpapan menjadi pusat konservasi beruang madu (Foto: Instagram @kwplh_balikpapan)

ARUSBAWAH.CO - Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan dibangun pada periode 2004-2005 sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan edukasi publik.

Salah satu daya tarik utama KWPLH Balikpapan adalah enklosur beruang madu (Helarctos malayanus) dengan boardwalk sepanjang 400 meter, yang dinobatkan sebagai salah satu fasilitas terbaik di Asia.

Pada awal 2006, lima ekor beruang madu resmi dipindahkan ke enklosur KWPLH Balikpapan.

Kemudian pada 2009, dibangun pusat pendidikan beruang madu di KWPLH Balikpapan yang berfungsi sebagai sarana informasi seputar satwa dilindungi tersebut.

KWPLH Balikpapan ini berdiri dengan konsep non-profit, mengedepankan edukasi lingkungan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Latar Belakang Konservasi Beruang Madu

Beruang madu merupakan satwa dilindungi dengan populasi yang terus menurun akibat perburuan dan kerusakan habitat.

Ancaman yang dihadapi tidak hanya berasal dari pemburu yang memanfaatkan bagian tubuh beruang madu untuk pengobatan tradisional, tetapi juga dari konflik manusia-satwa, terutama saat beruang memasuki lahan pertanian.

Faktor alam seperti kebakaran hutan dan predator alami, seperti ular python, turut memengaruhi kelangsungan hidup beruang madu.

Melihat kondisi tersebut, Wali Kota Balikpapan pada 2005 menetapkan kawasan di KM 23 Hulu Hutan Lindung Sungai Manggar seluas 15 hektare sebagai lokasi konservasi beruang madu melalui Keputusan Wali Kota Balikpapan No. 188.45-72.

Langkah ini sekaligus menjadikan KWPLH Balikpapan sebagai pusat percontohan pemeliharaan beruang madu di Indonesia.

Status Perlindungan dan Upaya Pelestarian Beruang Madu

Beruang madu telah masuk daftar fauna yang dilindungi sejak 1973 melalui SK Menteri Pertanian Nomor 66/Kpts/Um/2/1973 dan tercantum dalam Appendix I CITES sejak 1979, yang melarang perburuan spesies ini di seluruh dunia.

KWPLH Balikpapan menjadi salah satu sedikit pusat konservasi ex-situ beruang madu di Indonesia, memfokuskan upayanya pada perawatan, edukasi, dan pelestarian habitat.

Sejak 2013, KWPLH Balikpapan dilengkapi berbagai sarana edukasi, seperti taman bermain, area piknik, program akhir pekan yang mencakup pemutaran film, kegiatan seni, permainan edukatif, serta pusat informasi satwa endemik Kalimantan.

KWPLH Balikpapan ini juga memiliki klinik hewan, enklosur kucing, serta fasilitas untuk program pendidikan hewan domestik.

Antusiasme Pengunjung KWPLH Balikpapan

Data 2012 mencatat KWPLH Balikpapan menerima 50.000-70.000 pengunjung setiap tahun, terdiri dari pelajar, keluarga, komunitas, perusahaan, hingga lembaga pemerintahan dan internasional.

Reputasi KWPLH Balikpapan sebagai pusat konservasi yang profesional, bersih, dan terkelola dengan baik membuatnya menjadi salah satu destinasi edukasi unggulan di Balikpapan.

Dengan fasilitas yang lengkap dan pengelolaan yang baik, KWPLH Balikpapan memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran konservasi bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Keberadaan KWPLH Balikpapan diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus model konservasi yang dapat diterapkan di berbagai wilayah lain di Indonesia. (apr)

Tag

MORE