Arus Politik

Mission: Not Impossible Syafruddin PKB

PKB Unggul dari Golkar - Gerindra di persentase kenaikan suara

Kamis, 11 Desember 2025 18:54

JUDUL ARTIKEL - Infrografis artikel Mission: Not Impossible Syafruddin PKB/ AI by Arusbawah.co

  • PKB Kaltim Pasang Target Ambisius: 11 Kursi di "Karang Paci" pada Pemilu 2029
  • Lonjakan Suara PKB Tertinggi di Kaltim (+84,43%)
  • Bedah Komposisi Kader PKB di Level Kepala Daerah, Legislatif dan di Parlemen Senayan 
INFOGRAFIS - Infografis artikel Arusbawah.co/ Desain by Arusbawah.co

 

ARUSBAWAH.CO -  Ada nuansa berbeda dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur yang digelar di Hotel Grand Senyiur Balikpapan pada Senin (8/12/2025).

Bukan hanya karena absennya sang ketua umum, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang tengah ramai jadi perbincangan publik soal pernyataan “tobat nasuha”, tetapi juga karena arah baru PKB Kaltim yang kini mulai berani memasang target “breaking the impossible”: 11 kursi di DPRD Kaltim pada Pemilu 2029.

Sebagai gantinya, Muswil dibuka oleh Wakil Ketua Umum PKB, Hanif Dhakiri—mantan Menteri Tenaga Kerja era Jokowi yang sempat viral karena aksi “loncat pagar”.

Hadirnya Hanif menjadi penanda bahwa Jakarta kini serius menatap Kaltim sebagai ladang politik yang harus dikelola lebih agresif.

Di panggung Muswil itu, Ketua DPW PKB Kaltim Syafruddin—atau akrab disapa Udin—melepas pernyataan ambisius.

PKB Kaltim menargetkan 11 kursi di DPRD Kaltim pada 2029. Ini bukan target mudah, tetapi dengan tekad dan ikhtiar yang kuat, kami yakin bisa mencapainya,” ucapnya.

Pernyataan itu langsung memancing satu pertanyaan besar: apakah PKB di Kaltim bisa demikian? 

Untuk menjawabnya, kita harus menelisik rekam jejak elektoral PKB Kaltim dan membandingkannya dengan pergerakan partai-partai lain.

PKB di Pemilu 2019 Kaltim: Raih 78 Ribu Suara! Posisi ke-9 Secara Peringkat 

Data dua pemilu terakhir memberikan gambaran jelas tentang perubahan besar PKB di Kaltim.

Pada Pemilu 2019, posisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berada di jajaran bawah sembilan besar dengan total 78.000 suara.

Apple to apple dengan partai-partai besar lain, capaian ini tentu kalah signifikan jika dibandingkan partai seperti Golkar yang meraih 350.829 suara dan PDIP dengan 333.404 suara. 

Pun demikian dengan Gerindra pada Pemilu 2019 yang meraih 194.259 suara.

Dari hasil Pemilu 2019 itu, PKB bersaing ketat dengan partai menengah seperti PKS (159.557 suara), NasDem (137.593 suara), dan Demokrat (112.987 suara).

Bahkan PPP (98.401 suara) dan PAN (95.401 suara) masih berada di atas PKB.

Rinciannya perolehan suara Pemilu 2019 bisa dilihat di sini: 

  1. Golkar – 350.829 suara
  2. PDI Perjuangan (PDIP) – 333.404 suara
  3. Gerindra – 194.259 suara
  4. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) – 159.557 suara
  5. Partai NasDem – 137.593 suara
  6. Partai Demokrat – 112.987 suara
  7. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) – 98.401 suara
  8. Partai Amanat Nasional (PAN) – 95.401 suara
  9. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) – 78.000 suara
INFOGRAFIS - Perolehan suara partai di Pemilu 2019 untuk Kaltim/ Arusbawah.co

 

Dari hasil Pemilu 2019, ada 5 kursi yang diraih PKB untuk parlemen DPRD Kaltim periode 2019 - 2024, yang diisi oleh 5 kader mereka, termasuk Ketua DPW PKB Kaltim.

Kursi itu diisi oleh:

  1. Syafruddin
  2. Yenni Eviliana
  3. Puji Hartadi
  4. Sutomo Jabir
  5. Jahidin

2024: PKB Melonjak Tajam

Lima tahun kemudian, peta berubah drastis. PKB meroket hingga 143.852 suara, atau naik +84,43%, dan mengamankan 6 kursi DPRD Kaltim.

Peraih kursi 2024 adalah:

  1. Jahidin
  2. Damayanti
  3. Yenni Eviliana (Wakil Ketua DPRD)
  4. Abdurahman KA
  5. Selamat Ari Wibowo
  6. Sulasih

Di Pemilu 2024 setahun lalu itu, PKB menjadi salah satu dari tiga partai dengan kenaikan suara tertinggi di Kaltim.

Angkanya bahkan mengungguli Gerindra, NasDem, PDIP dan Golkar dalam hal persentase kenaikan suara.

Tak berlebihan jika banyak yang menilai PKB kini sedang naik daun (setidaknya dari hasil Pemilu 2024). 

INFOGRAFIS - Infografis artikel Arusbawah.co/ Desain by Arusbawah.co

 

Rincian perolehan suara Pemilu 2024 bisa dilihat di bawah ini: 

1. Golkar — 538.147 suara
 
2. Gerindra — 307.259 suara
 
3. PDI Perjuangan — 252.714 suara
 
4. NasDem — 227.803 suara
 
5. PKS — 145.538 suara

6. PKB — 143.852 suara
 
7. PAN — 111.141 suara
 
8. Demokrat — 110.752 suara
 
9. PPP — 38.578 suara

INFOGRAFIS - Perolehan suara partai di Pemilu 2024 untuk Kaltim/ Arusbawah.co

 

Kepala Daerah: PKB Mulai Jadi Pemain Strategis

Jika dihitung berdasarkan jumlah kepala daerah aktif di Kaltim, komposisinya seperti ini:

  • Gerindra: 8 kader
  • Golkar: 3 kader
  • PDI Perjuangan: 3 kader
  • PKB: 2 kader

Dua daerah yang kini dipimpin kader PKB adalah untuk Kabupaten Paser pada nama Bupati Fahmi Fadli dan Mahakam Ulu oleh Wakil Bupati Suhuk. 

Jumlahnya belum sebanyak Gerindra atau Golkar, tetapi kehadiran dua kepala daerah itu menunjukkan PKB sudah punya posisi tawar di tingkat regional.

Peta Perolehan Suara Partai dari 2019 ke 2024: Siapa Naik, Siapa Turun?

Dari data resmi perolehan suara, terlihat peta pertarungan politik yang makin kompetitif.

1. Golkar — Lonjakan Besar (+53,39%)

Golkar mencatat kenaikan hampir 190 ribu suara, menjadikannya pemenang suara tertinggi di Kaltim. Kenaikan ini setara dengan +53,39% dari Pemilu 2019.

2. Gerindra — Naik Tajam (+58,17%)

Gerindra melesat dengan tambahan 113 ribu suara, naik +58,17%.

3. PDI Perjuangan — Turun Signifikan (−24,20%)

PDIP kehilangan lebih dari 80 ribu suara dibanding 2019. Penurunan −24,20% ini menjadi salah satu yang terbesar di Kaltim.

4. NasDem — Kenaikan Impresif (+65,56%)

NasDem menambah 90 ribu suara dan naik +65,56%.

5. PKS — Sedikit Melemah (−8,79%)

PKS mengalami penurunan −14 ribu suara, atau sekitar −8,79%, meski masih mempertahankan satu kursi.

6. PKB — Kenaikan Tertinggi di Kaltim (+84,43%)

PKB menjadi jawara kenaikan persentase, naik +84,43% atau lebih dari 65 ribu suara. PKB berhasil masuk ke tiga besar partai yang naik paling drastis.

7. PAN — Stabil dengan Tren Positif (+16,50%)

PAN mencatat kenaikan moderat sebesar +16,50%, bertambah 15 ribu suara dari 2019.

8. Partai Demokrat — Cenderung Stabil (−1,98%)

Demokrat hanya turun tipis −1,98% atau sekitar 2.200 suara, relatif tidak banyak pergeseran.

9. PPP — Penurunan Terdalam (−60,80%)

PPP mengalami penurunan paling tajam: −60,80%, setara hilangnya 59 ribu suara. PPP terjun bebas dan gagal mempertahankan performa 2019.

Lonjakan PKB menjadi semakin menonjol ketika melihat bahwa partai lain justru stagnan atau merosot.

Dalam konteks ini, klaim “PKB paling kerja” mungkin tidak berlebihan.

Dari Data DPR RI: PKB Pertama Kalinya Hadirkan Kader di Senayan

Pada Pemilu 2019, Kaltim mengirim delapan nama ke Senayan, di antaranya kader Golkar, PDIP, Gerindra, PKS, Demokrat, dan NasDem. PKB saat itu tak mendapat kursi.

Tapi pada Pemilu 2024, peta berubah. Daftar anggota DPR RI dari Kaltim periode 2024–2029 mencantumkan satu nama dari PKB, yakni Syafruddin (PKB). 

Ini juga membuat pertama kalinya ada kader PKB dari Kaltim yang duduk di kursi parlemen nasional. 

Masuknya Udin ke Senayan membuat PKB kini punya representasi di semua level—kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI.

Apakah Target 11 Kursi 2029 Realistis?

Melihat tren kenaikan suara yang mencapai +84,43%, penambahan kursi yang stabil, serta keberhasilan menempatkan kader di jabatan kepala daerah, target 11 kursi memang ambisius.

Namun secara matematis dan politis, target ini tidak lagi terdengar mustahil.

Jika PKB mempertahankan ritme kerja lima tahun terakhir, bukan tidak mungkin “Mission Breaking the Impossible” ala Syafruddin benar-benar menjadi kenyataan.

PKB yang dulu identik dengan partai menengah kini menjelma menjadi salah satu “pemain serius” yang wajib diperhitungkan di Kaltim.

Dan Muswil 2025 ini, tampaknya, menjadi penanda fase baru itu. (pra/art/bar)

 

Tag

MORE