Arus Publik

Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul: Biaya Sekolah Rakyat Capai Rp 48 Juta per Siswa per Tahun, Total Anggaran Rp 2,3 Triliun

Senin, 2 Juni 2025 20:9

WAWANCARA - Foto: Wawancara Menteri Sosial, Saifullah Yusuf/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.COMenteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa biaya pendidikan per anak di Sekolah Rakyat diperkirakan mencapai Rp 48,25 juta per tahun.

Anggaran ini sudah mencakup berbagai perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, alat tulis, hingga laptop. Perkiraan anggaran per anak ini juga sudah disampaikannya kepada Presiden RI Prabowo Subianto. 

“Kami sudah menyampaikan kepada Presiden Prabowo bahwa estimasi biaya per siswa mencapai sekitar Rp 48,25 juta setiap tahun,” ujar Gus Ipul dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta. 

Anggaran Sekolah Rakyat Diproyeksikan Rp 2,3 Triliun

Gus Ipul menjelaskan bahwa untuk tahun ajaran 2025–2026, total kebutuhan anggaran untuk mengoperasikan Sekolah Rakyat di 100 lokasi diperkirakan sebesar Rp 2,3 triliun. Ia mengakui bahwa biaya di tahun pertama memang cukup tinggi, namun optimistis anggaran di tahun-tahun selanjutnya akan menurun.

Hitungan tersebut didasarkan pada asumsi 100 sekolah dengan 340 rombongan belajar (rombel), masing-masing diisi oleh 25 siswa.

Dengan begitu, total peserta didik yang disiapkan mencapai sekitar 8.850 anak, meskipun angka tersebut bisa bertambah menjadi lebih dari 10.000 siswa.

Rincian Anggaran: Dari Sarpras hingga Kurikulum

Adapun perincian anggaran tersebut meliputi:

Sarana dan prasarana: Rp 487,14 miliar, termasuk laboratorium, komputer, fasilitas kesenian, perpustakaan, asrama, dapur, hingga ruang kelas.

Pengembangan kurikulum: Rp 3,66 miliar.

Tenaga pengajar dan pendidik: Rp 1,11 triliun.

Operasional sekolah: Rp 187,73 miliar.

Dukungan penyelenggaraan Sekolah Rakyat: Rp 116,64 miliar.

Target Rampung Akhir Juni

Gus Ipul menambahkan bahwa seluruh persiapan, baik dari sisi infrastruktur, kurikulum, hingga tenaga pendidik, ditargetkan tuntas pada akhir Juni atau paling lambat awal Juli 2025.

“Kami terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Pendidikan, PANRB, BKN, dan berbagai pihak lainnya untuk memastikan kesiapan guru serta komponen lainnya,” jelasnya.

Program Sekolah Rakyat ini digagas sebagai langkah strategis pemerintah untuk memberikan pendidikan berkualitas dan inklusif kepada masyarakat, serta menjadi bagian dari transformasi sistem pendidikan nasional yang lebih merata dan adil. (pra)

Ads Arusbawah.co

 

Tag

MORE