Arus Publik

Konten Peduli Satwa

Langka! Orca Terekam di Maratua, Tantangan Baru Penelitian Laut Kaltim

Selasa, 3 Maret 2026 14:6

KOLASE - Tangkapan layar Paus Orca di perairan Kaltim, tepatnya di Berau dan potret narasumber/ TikTok @andriandwhd dan Dok Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Kemunculan paus orca di perairan Kepulauan Maratua, Kalimantan Timur, dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan publik.

Video rekaman yang beredar di media sosial menampilkan sekelompok orca berenang di permukaan, menonjolkan sirip punggung hitam khas mereka.

Fenomena ini dianggap langka karena orca umumnya dikenal hidup di perairan dingin. 

Kehadiran mereka di perairan tropis Maratua memunculkan rasa penasaran masyarakat.

Orca di Maratua Bagian Jalur Migrasi Alami

Peneliti kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, Muchlis Efendi, menegaskan bahwa kemunculan orca ini bagian dari pola migrasi alami mamalia laut.

Orca ini mamalia, dan mereka adalah pengembara atau migratory,” ujar Muchlis, Senin (2/3/2026) dalam keterangan yang diterima redaksi Arusbawah.co 

Menurut Muchlis, Maratua bukan tujuan akhir orca, melainkan jalur lintasan migrasi.

Rute mereka biasanya melewati Laut Sulawesi, turun ke Selat Makassar, kemudian bergerak ke timur Indonesia hingga perairan Australia.

Kehadiran orca di Kaltim sebenarnya sudah tercatat sebelumnya, meski tidak banyak terdokumentasi.

“Pertama kali saya bertemu justru di Lamin Guntur, daerah Kaniungan, Biduk-Biduk. Tahun 2017 atau 2018 juga pernah terlaporkan,” jelas Muchlis.

Ia menambahkan, dengan banyaknya dive operator di Maratua, kemunculan orca kini terdokumentasi lebih baik.

Minimnya laporan sebelumnya bukan berarti jarang melintas, melainkan keterbatasan pengamatan dan riset.

Perubahan Suhu Laut Pengaruhi Perilaku Orca

Muchlis juga menekankan bahwa perubahan suhu perairan memengaruhi perilaku orca.

Peningkatan metabolisme membuat mereka lebih aktif berburu, mangsa bisa berupa ikan, penyu, bahkan hiu.

“Tahun 2024 kemarin, saya bertemu Finback Whale (Paus Sirip) di Bontang. Indikasinya sama, mereka mencari ikan-ikan kecil,” tambahnya.

Fenomena ini menegaskan bahwa perairan Kaltim merupakan koridor penting jalur migrasi satwa laut besar, dengan Arus Lintas Indonesia (Arlindo) dan ketersediaan sumber pakan sebagai faktor utama.

Muchlis memprediksi, dalam beberapa hari ke depan, kelompok orca yang lepas dari Maratua kemungkinan akan muncul di Selayar mengikuti arus Arlindo.

Laut Indonesia Kaya Biodiversitas dan Jalur Migrasi Global

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa laut Indonesia tidak hanya kaya biodiversitas, tetapi juga berperan sebagai jalur migrasi global bagi spesies besar.

Namun, keterbatasan data ilmiah membuka peluang penelitian lebih lanjut agar pola kemunculan orca dan mamalia laut besar lainnya dapat dipahami secara lebih lengkap. (pra)

Konten diproduksi oleh Jurnalis Peduli Satwa di Kalimantan Timur. Berkolaborasi dengan Arusbawah.co 

 

Tag

MORE